Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:47 WIB

Harga Gas Conocco Mahal, Candra Lindungi Bosnya

Oleh : - | Kamis, 10 Agustus 2017 | 05:29 WIB
Harga Gas Conocco Mahal, Candra Lindungi Bosnya
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait mahalnya harga gas ConocoPhillips yang dijual kepada PT PGN (Persero) Tbk, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar punya penjelasan. Begini kata dia.

Arcandra bilang, kenaikan harga jual gas dari ConocoPhillips ke PT PGN (Persero) Tbk telah melalui pembahasan antarbisnis (B to B) sejak 2012. "Jadi tidak ada hubungannya dengan pertemuan Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan CEO ConocoPhillips dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Houston, AS, belum lama ini," kata Candra, sapaan akrabnya kepada media di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Candra menegaskan, harga jual gas dari PGN ke konsumen akhir seperti PT PLN (Persero) dan industri di Batam, Kepri, tidak mengalami kenaikan. "Selama harga gas di sisi konsumen tidak naik, maka prinsip energi sebagai penggerak perekonomian masih berjalan konsisten sesuai arahan Presiden," ujar mantan Menteri ESDM tersingkat di dunia ini.

Sesuai surat Menteri ESDM Nomor 5882/12/MEM.M/2017 tertanggal 31 Juli 2017, harga jual gas bumi ConocoPhillips dari Lapangan Grissik, Blok Corridor, Sumsel ke PGN di Batam ditetapkan mengalami kenaikan dari US$2,6 per MMBTU menjadi US$3,5 per MMBTU untuk volume 22,27-50 BBTUD sejak 1 Agustus 2017 hingga akhir kontrak 2019.

Namun, masih berdasarkan surat tersebut, harga jual PGN kepada PLN, pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) dan pembeli lain di Batam tidak mengalami perubahan.

"Surat Menteri ESDM Nomor 5882/12/MEM.M/2017 itu menyatakan secara eksplisit bahwa PGN tidak diperkenankan menaikkan harga jual gas bumi kepada pembeli setelah adanya persetujuan harga ini. Meski harga ConocoPhillips ke PGN naik, tetapi harga dari PGN ke konsumen tidak naik. Pemerintah tetap pro growth," terang Candra.

Harga jual PGN ke PLN dan IPP Batam tetap antara US$3,32-US$5,7 per MMBTU, dan industri US$5,7 per MMBTU, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 3191 K/12/MEM/2011 tentang Harga Jual Gas Bumi PT PGN (Persero) Tbk kepada PT PLN Batam dan IPP Pemasok Listrik PT PLN Batam.

"Perubahan harga itu hanya di sisi supply yaitu harga gas ConocoPhillips ke PGN, dan harga di konsumen tidak ada kenaikan," ujar Candra.

Ia menambahkan perubahan harga tersebut sudah disepakati kedua pihak karena harga gas ConocoPhillpis sebesar 2,6 dolar per MMBTU itu relatif rendah dibandingkan kontrak gas lainnya dengan sumber gas yang sama. "Sudah melalui proses B to B yang wajar untuk menjaga fairness di sisi supply. Yang penting, harga di sisi konsumen tidak naik," ujar Candra.

Menurut Candra, kebijakan tersebut adalah bagian dari paradigma energi sebagai modal pembangunan. Apalagi, penerimaan gas bumi bagian negara pun akan meningkat dengan perubahan harga tersebut. [tar]

Komentar

 
x