Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:18 WIB

Bisnis Suram, Aprindo Korban Pelemahan Daya Beli

Oleh : - | Kamis, 10 Agustus 2017 | 08:09 WIB
Bisnis Suram, Aprindo Korban Pelemahan Daya Beli
Wakil Ketua Umum Aprindo, Tutum Rahanta - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama, kinerja bisnis ritel benar-benar terpuruk. Data Nielsen menyebut ganya bertumbuh 3,7%. Sangat jauh di bawah periode sebelumnya yang rata-rata bertumbuh 11%.

Wakil Ketua Umum Aprindo, Tutum Rahanta mengakui beratnya pergerakan bisnis ritel di semester I-2017. "Pertumbuhan konsumsi produk sehari-hari setiap tahun adalah kurang lebih 11 persen, tapi di semester I-2017 hanya 3,7 persen," kata Tutum usai diskusi bertajuk Anomali Perekonomian Indonesia di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Tutum mengatakan, realisasi pertumbuhan ritel di semester II-2017, kelihatannya sulit melebihi kinerja. Padahal, semester I-2017 ada sejumlah momen penting yang diharapkan bisa mendongkrak penjualan ritel.

Kata Tutum, terdapat tiga momen dalam satu tahun yang menjadi puncak konsumsi atau belanja masyarakat, yaitu Lebaran, Natal-Tahun Baru, dan liburan sekolah. "Puncak orang belanja ada di semester yang ada di puasa dan Lebaran. Jadi menurut saya, semester II tidak bisa lebih bagus dari yang ada puasa dan Lebaran. Kecuali ada miracle," kata dia.

Tutum memperkirakan, pertumbuhan realisasi penjualan di sektor ritel sepanjang 2017 mampu mencapai 7%-8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia berpendapat promo yang diberikan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan serta momen Natal dan Tahun Baru di akhir tahun dapat menjadi faktor pendorong pertumbuhan sektor ritel di semester II-2017. "Kami hanya memberikan informasi apa yang terjadi setelah Lebaran. Kami ingin memberikan alert kepada pemerintah," kata Tutum. [tar]

 
x