Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:46 WIB

KLHK: Penanganan Karhutla Semakin Baik

Oleh : - | Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:22 WIB
KLHK: Penanganan Karhutla Semakin Baik
(Foto: menlhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Situbondo - Data Posko Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per 9 Agustus 2017, menyebutkan pada Satelit NOAA19 terpantau 52 hotspot di wilayah Indonesia.

Sedangkan satelit TERRA/AQUA (NASA) dengan confidence level di atas 80% menunjukkan tidak terdapat hotspot di wilayah Indonesia. Data juga menyebutkan, sebanyak 25 hotspot terlihat berdasarkan data TERRA/AQUA (LAPAN) dengan confidence level 30% sampai di bawah 79%.

Dengan demikian, total hotspot berdasarkan satelit NOAA19 per 1 Januari s/d 9 Agustus 2017 dilaporkan sebanyak 1.397 hotspot. Dibandingkan dengan tahun 2016 periode yang sama, yaitu 1.323 hotspot, tahun ini terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 74 titik (5,59%).

Sedangkan data TERRA/AQUA (NASA) per 1 Januari s/d 9 Agustus 2017 (confidence level > 80%), menunjukkan penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.776 hotspot (81,17%), dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama, yaitu semula 2.188 hotspot menjadi 412 hotspot.

Kepala Biro Humas Kementerian LHK Djati Witjaksono Hadi dalam keterangannya mengungkapkan, pemadaman kebakaran lahan dilakukan Manggala Agni pada lahan masyarakat di Dusun podorukun, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Rabu (9/8/2017).

Lahan terbakar seluas 30 hektar dengan vegetasi sawit ini terindikasi akibat kelalaian. Luas yang berhasil di padamkan seluas 3 hektar dan sampai saat ini sedang dalam proses pemadaman.

Di Jambi, dilaksanakan patroli gabungan terdiri dari Manggala Agni, POLRI, Koramil, KPHP dan BPBD serta sosialisasi satgas karhutla di wilayah Kec. Limun, Kab. Sarolangun, (9/8/2017). Tim melakukan patroli ke wilayah konsesi PT Sinar Agung Sentosa. Tim menemukan praktek pembukaan lahan yang rawan terbakar seluas lebih kurang 3,8 Ha. Terkait hal ini, tim melakukan pengecekan kesiapan peralatan dan SDM dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Menteri LHK, Siti Nurbaya menjelaskan bahwa, pada tahun ini sistem monitoring terhadap penanganan Karhutla dan sistem di lapangan sudah lebih baik. "Dengan berjalannya kedua sistem ini, setiap kejadian (Karhutla) cepat ketahuan dan segera ditangani," ujar Siti Nurbaya.

Lebih lanjut, Siti Nurbaya menyampaikan di beberapa daerah mengalami kendala kekurangan air dan keterjangkauan lokasi kebakaran, sehingga sistem pencegahan perlu diperkuat. Dukungan dan peran serta semua pihak dan masyarakat tentu saja diharapkan dalam penanganan karhutla, terutama dalam upaya pencegahannya. [*]

Komentar

 
x