Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:22 WIB

Belanja Anggaran Telat, Ekonomi Lesu

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 11 Agustus 2017 | 08:17 WIB
Belanja Anggaran Telat, Ekonomi Lesu
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonomi Indonesia memasuki masa anomali. Sejumlah indikator makro ekonomi, seperti nilai tukar rupiah, inflasi, dan pasar modal menunjukkan perbaikan. Di sisi lain, sektor riil, industri dan daya beli lesu.

Ekonom INDEF, Berly Martawardaya menyebutkan bila melihat data pertumbuhan kuartal dua yang dikeluarkan BPS sebesar 5,01% bisa dikatakan stabil, namun ada anomali ekonomi.

"Ada beberapa hal yang membuat pertumbuhan konsumsi tidak mengalami peningkatan, karena THR untuk pegawai negeri yang terlambat, serta penurunan pencairan belanja pemerintah," ujar Berly kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Berly bilang pelambatan pertumbuhan ekonomi ini sudah terjadi sejak tahun 2011, hingga kuartal kedua tahun 2015 dan mulai cenderung stabil diangka 5%.

Melihat pertumbuhan yang stabil ini membuat pola konsumsi masyarakat mengalami perubahan. Masyarakat menunda belanja seperti sandang dan rumah, namun masih belanja untuk keperluan konsumtif seperti handphone dan pergi ke caf.

Berly melihat kemungkinan adanya peningkatan di kuartal ke tiga, asalkan kelompok menengah tidak ditakut-takuti seperti masalah keterbukaan pajak dan lain sebagainya. [hid]

 
x