Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:20 WIB

Kawasan Konservasi Potensial Majukan Pariwisata

Oleh : - | Jumat, 11 Agustus 2017 | 17:14 WIB
Kawasan Konservasi Potensial Majukan Pariwisata
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Banyuwangi - Pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara sampai 2019. Menko Perekonomian Darmin Nasution melihat potensi wisata yang sangat besar dari sektor ekowisata di kawasan konservasi.

"Kita punya banyak kawasan pariwisata, hampir semuanya mengandalkan pemandangan secara konvensional, namun kita belum mengembangkan adanya daya tarik lain untuk pariwisata yaitu Taman Nasional dan Taman Wisata Alam," ungkap Darmin pada puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2017 di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).

Selain menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara sampai 2019, pemerintah berharap dari sektor pariwisata ada pemasukan devisa negara US$20 miliar atau memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 15% serta menyerap 13 juta tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya membuka Festival Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) Indonesia Tahun 2017 yang diselenggarakan untuk pertama kalinya.

Indonesia memiliki 54 TN dan 123 TWA dengan luas mencapai 16 juta ha. Selain TN dan TWA, potensi wisata alam pada kawasan konservasi di Indonesia juga berada Taman Hutan Raya 28 unit, Taman Buru 11 unit, Cagar Alam 219 unit, Suaka Margasatwa 72 unit, serta Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam sebanyak 56 unit. Total luas kawasan konservasi sekitar 27 juta hektar.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian LHK, Wiratno, selaku ketua panitia, menginformasikan bahwa pameran dilaksanakan dari 10-13 Agustus di Taman Blambangan, Banyuwangi. Festival perdana ini diikuti 50 booth berasal dari Taman Nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Asean Heritage dan Pemda Banyuwangi dengan menampilkan keunggulan dan potensi wisata tiap-tiap unit.

"Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam bertujuan untuk promosi dan pemasaran TN dan TWA yang ada di Indonesia kepada masyarakat dan pelaku jasa lingkungan. Diharapkan TN dan TWA dapat lebih dikenal publik, baik dari masyarakat maupun pelaku usaha," tutur Wiratno.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut baik pelaksanaan festival yang memilih lokasi di Banyuwangi. "Fokus kami ecotourism, dan 4,3 juta orang hadir ke Banyuwangi setiap tahunnya untuk berwisata", ungkap Abdullah.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Menteri LHK menekankan, pembangunan bidang konservasi ke depan adalah pengembangan jasa lingkungan, khususnya wisata alam. "Selain untuk meningkatkan edukasi dan peningkatan kesadaran menjaga hutan dan lingkunngan hidup, diharapkan wisata dapat menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak, serta yang utama adalah dapat mendongkrak pengembangan ekonomi setempat baik untuk masyarakat, maupun pemerintah daerah," tutur Siti Nurbaya. [*]

 
x