Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:11 WIB

Pabrik Mocin Listrik Ingin Bikin Pabrik di Batam

Oleh : - | Jumat, 11 Agustus 2017 | 17:50 WIB
Pabrik Mocin Listrik Ingin Bikin Pabrik di Batam
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Batam - Perusahaan sepeda motor listrik asal China (Mocin) siap investasi Rp50 miliar di Batam, memanfaatkan program izin investasi 3 jam (i23j) di Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam.

"Masuknya PMA baru ini, menunjukan Batam masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor," kata Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami di Batam, Jumat (11/8/2017).

Dalam pengurusan izin investasi tersebut, pihak investor juga didampingi oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kepri, Cahya. "Dalam perjalanan pengoperasiannya nanti, perusahaan itu akan mengekspor produknya dengan target sebesar US$7,5 juta per tahun," kata Gusmardi.

Perusahaan tersebut, kata Gusmardi, sudah kebelet melakukan proses produksi di Kawasan Industri Century Park. Dan, siap merekrut 50 tenaga kerja lokal. "Beberapa hari ini sudah ada sejumlah perusahaan berinvestasi memanfaatkan program tersebut. Kedepan kami akan terus melakukan upaya mendatangkan lebih banyak PMA," kata Gusmardi.

Gusmardi berharap, masuknya investor baru bakal diikuti dengan peningkatan keahlian sumber daya manusia (SDM). Jadi, semakin banyak industri yang mendirikan pabrik di Batam, semakin teknologi terserap. "Masuknya investasi dengan tehnologi baru di Batam harus diimbagi penguatan tenaga kerja yang bisa menyesuaikan keahliannya. Sehingga kesinambungan perusahaan terjaga," kata Gusmardi.

Sebelumnya perusahaan asal Jerman, PT Mitech Arenis International (MAI) pada Rabu (9/8) juga menanamkan modal sebesar Rp130 miliar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dengan memanfaatkan program i23j.

Perusahaan tersebut akan membuat mesin pembangkit listrik dengan bahan bakar sampah. Produk yang dihasilkan, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga akan dipasarkan pada Kawasan Negara Asean. Masuknya perusahaan tersebut akan menyerap sekitar 100 orang tenaga kerja lokal Batam. [tar]

 
x