Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 17:03 WIB

Izin Properti Sulit, Jokowi Telpon Kepala Daerah

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 03:29 WIB
Izin Properti Sulit, Jokowi Telpon Kepala Daerah
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tak sedang bercanda, Presiden Joko Widodo menyindir masih banyaknya pemerintah daerah (Pemda) yang menerapkan aturan berbelit terhadap perizinan sektor properti (pengembang).

Sindirian tersebut disampaikan Jokowi membuka Indonesia Properti Expo 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (11/8/2017). "Masalah pertama itu perizinan, selalu yang disampaikan ke saya itu perizinan. Urusan ini dari dulu sampai sekarang enggak rampung. Masalah ini yang harus rampung, ini masalah klasik yang sering buat jengkel para pengembang properti," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini bilang, sangat wajar apabila banyak pengembang jengkel dengan perizinan yang berbeli-belit. Selanjutnya, dia meminta seluruh pemda dan jajarannya untuk mempersingkat prosedur perizinan sektor properti.

"Karena mereka ingin cepat dan kita mempersulit, seperti ini yang harus dihilangkan. Akan saya cek satu per satu. Cek daerah mana yang masih sulit. Langsung saya telpon bupati, wali kota atau gubernurnya. Harusnya (saya) nggak ngurus seperti ini. Tapi kalau enggak, ya enggak rampung-rampung masalahnya," papar Jokowi.

Di era yang serba cepat ini, kata Presiden Jokowi, Indonesia akan jauh tertinggal dengan negara lain di dunia. Hanya karena persoalan sepele yakni izin yang berbelit-belit.

"Karena kita senang membelenggu diri kita sendiri dengan peraturan yang banyak, menjelimet. Padahal sekarang eranya kecepatan, negara yang cepat negara yang menang, provinsi yang cepat yang memenangkan persaingan," kata Jokowi.

Presiden Joko juga meminta, peraturan daerah (perda) yang masih mempersulit perizinan, segera dihapus atau dihilangkan. "Kalau masih banyak peraturan perizinan itu saya titip semua, perda yang ruwet itu langsung dihilangkan sajalah, batalin nggak usah buat perda yang banyak. Semakin sedikit buat perda semakin baik, apalagi meruwetkan hal yang sebetulnya mudah," kata Jokowi.[ipe]

Komentar

 
x