Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 10:05 WIB

Pertamina Bangun Jargas di Kabupaten Mojokerto

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 14 Agustus 2017 | 14:00 WIB
Pertamina Bangun Jargas di Kabupaten Mojokerto
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHACOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) membangun jaringan gas kota di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (13/08/2017). Pembangunan ini ditinjau langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Kunjungan ini sekaligus melihat secara langsung progres pembangunan proyek yang dibiayai dengan APBN 2017 sebesar Rp37,8 miliar.

"Jika tidak ada kendala, Pertamina menargetkan proyek jargas Kabupaten Mojokerto ini akan selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2017, jumlahnya sekitar 5.101 SR," terang Suko Hartono, Presiden Direktur PT Pertamina Gas, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Kabupaten Mojokerto nantinya bakal menyusul Surabaya, dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

Kata Suko dalam kunjungan tersebut, Jonan juga menyempatkan mampir ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Sidoarjo, Jawa Timur untuk melihat proyek jargas Kementerian ESDM yang telah dimanfaatkan.

"Di Sidoarjo ini menjadi contoh bahwa jargas juga bermanfaat tidak hanya untuk rumah tangga tapi juga untuk kebutuhan memasak para santri di pondok pesantren," lanjut Suko.

Saat ini terdapat 10.350 Sambungan Rumah Tangga (SR) di Sidoarjo yang dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran (TA) 2010, 2011, 2012 & 2014 yang dikelola Pertamina. Adapun suplai gas diperoleh dari PT Lapindo Brantas Inc, dengan total alokasi sebesar 0,4 MMSCFD.

Menurut Jonan, kehadiran jaringan gas kota ini memudahkan masyarakat dalam beraktifitas khususnya untuk urusan dapur. "Karena hemat, praktis, aman dan suplai gas mengalir 24 jam," ujar Jonan.

Proyek pembangunan jaringan gas kota dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahun untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil bisa memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi.

Tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembanguann jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kota. Pada tahun 2019, sesuai Renstra Kementerian ESDM program jaringan gas kota ini diharapkan akan menjangkau 1,2 juta SR (kumulatif) di berbagi wilayah kabupaten/kita di Indonesia. [uji]

Komentar

 
x