Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:28 WIB

Menteri Bambang Ingin Reindustrialisasi Dipercepat

Oleh : - | Senin, 14 Agustus 2017 | 14:45 WIB
Menteri Bambang Ingin Reindustrialisasi Dipercepat
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan kebijakan reindustrialisasi harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Kata Bambang, Bappenas saat ini sedang menyelesaikan Visi Indonesia 2045. Salah satu elemen penting dalam visi tersebut adalah mempercepat ekonomi Indonesia untuk melepaskan diri dari jebakan pendapatan menengah ke negara berpenghasilan tinggi.

"Untuk mencapai visi ini, pemerintah Indonesia perlu menerapkan beberapa kebijakan utama. Kebijakan reindustrialisasi harus dilaksanakan," ujar Bambang dalam acara International Conference on Indonesian Economy and Development (ICIED) di Jakarta, Senin (14/8/2017)

Salah satu elemen penting dalam Visi 2014 adalah mempercepat ekonomi Indonesia untuk melepaskan diri dari jebakan pendapatan menengah ke negara berpenghasilan tinggi. Dengan peta jalan terpadu, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 6,4% per tahun dalam skenario tinggi.

Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2034 dan pada 2045 PDB perkapita Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$29 ribu dan PDB Indonesia diperkirakan mencapai peringkat lima dunia, naik dari peringkat 16 pada 2016.

"Industri manufaktur harus dapat tumbuh rata-rata 7,8% per tahun selama 30 tahun ke depan sehingga peran industri manufaktur dapat meningkat dari 21% di tahun 2015 menjadi sekitar 32% pada tahun 2045," kata Bambang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Bambang, kebijakan reindustrialisasi harus memiliki karakteristik sebagai berikut. Pertama, industrialisasi diharapkan bisa diintegrasikan dari hulu ke hilir. Dengan melakukan ini, nilai tambah dalam industri manufaktur bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi perekonomian.

"Integrasi hilir hulu ini juga diperlukan untuk memecahkan fenomena tengah berongga dalam struktur industri kita dimana industri kecil dan menengah memiliki sedikit hubungan dengan industri besar. Dengan integrasi ini, produktivitas industri kecil akan terdorong," ujar Bambang.

Selain itu, ekonomi Indonesia juga diharapkan dapat memanfaatkan ekonomi digital secara optimal dan mendorong inovasi dalam kegiatan ekonomi pada umumnya.

Menurut mantan Menteri Keuangan ini, Inovasi dan peningkatan digital merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.

Sedangkan dua karakteristik lainnya yaitu ada kebutuhan untuk memperbaiki aspek kelembagaan yang dapat mendorong inovasi, serta peningkatan pengembangan dan penerapan sains dan teknologi.

Setelah tumbuh 5,01% (yoy) pada triwulan I 2017, BI melihat perekonomian di triwulan II 2017 akan lebih tinggi dari triwulan I namun lebih rendah daripada ekspektasi awal BI sebesar 5,1%. [tar]

 
Embed Widget

x