Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:10 WIB

BPS: Semakin Tua Semakin Tidak Bahagia

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 15 Agustus 2017 | 16:00 WIB
BPS: Semakin Tua Semakin Tidak Bahagia
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut indeks kebahagiaan hidup seseorang akan semakin turun seiring dengan bertambahnya umur.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, menjelaskan, penduduk dengan umur 24 tahun ke bawah memiliki indeks kebahagiaan tertinggi dengan angka 71,29.

"Kalau masih 24 tahun masih belum (banyak pikiran) lah masih bisa lirik sana. Diatas umur 24 tahun ketika sudah menikah kebahagiannya sudah menurun," kata Kecuk di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Dikatakan Kecuk, indeks kebahagiaan seseorang akan mengkhawatirkan ketika usianya mencapai 64 tahun. "Paling mengkhawatirkan umur 65 tahun karena biasanya semakin bertambah umur kebahagiaan turun," jelas dia.

Kecuk bilang, penyebabnya adalah pada usia 64 tahun, orang sudah memasuki masa pensiun. Dan orang Indonesia tidak lihai dalam mempersiapkan masa pensiun mereka dibandingkan orang barat.

Meski semakin bertambahnya umur, indeks kebahagiaan semakin turun, namun BPS memiliki subdimensi kepuasaan hidup lainnya. Dimana, ada
subdimensi kepuasan hidup personal dan subdimensi kepuasan hidup sosial.

Dimana, kepuasaan kehidupan personal diukur dari tingkat pendapatan, kondisi dan fasilitas rumah, perasaan tidak khawatir atau cemas, perasaan tidak tertekan.

Sementara, kepuasaan kehidupan sosial diukur dari keharmonisan rumah tangga, hubungan sosial dan perasaan aman. "Kalau kita lihat kehidupan personal seseorang akan semakin turun seiring bertambahnya usia, karena pendidikan, pendapatan juga turun," jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Kecuk, dalam waktu yang sama, kehidupan sosial seseorang akan semakin meningkat saat usianya semakin tua.

"Kalau (orang) sudah pensiun (biasanya) rajin ke masjid, kumpul sama tetangga. Tapi secara umum semakin berumur semakin kurang bahagia," terangnya. [fdl]

Komentar

 
x