Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:03 WIB

Menteri Susi Ingin Nelayan Indonesia Taat Aturan

Oleh : - | Selasa, 15 Agustus 2017 | 17:48 WIB
Menteri Susi Ingin Nelayan Indonesia Taat Aturan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin nelayan menaati regulasi demi mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulis kepada media di Jakarta, Selasa (15/8/2017), Susi menekankan pentingnya nelayan menaati aturan. "Pemerintahan Pak Jokowi itu sudah sangat komitmen dengan para nelayan Indonesia. Beliau bahkan menandatangani Perpres 44/2016 yang tidak membolehkan asing masuk di perikanan tangkap. Berarti kapal asing, kapal eks-asing, orang asing, modal asing, tidak boleh lagi menangkap ikan di Indonesia," papar Susi.

Kata Susi, nelayan hanya perlu menaati aturan sebagai balasan dari perhatian negara terhadap mereka, demi mewujudkan perikanan berkelanjutan.

Ia meminta nelayan melaporkan ukuran kapal dengan benar, serta alat tangkap yang digunakan tanpa kecurangan. Serta, jangan lupa membayar pajak secara tertib dan jujur. "Perikanan menjadi tidak bisa memberikan kontribusi kepada keuangan negara karena banyaknya pemilik kapal yang melakukan 'markdown'. Ini tidak boleh lagi," kata Susi.

Untuk itu, ujar dia, diharapkan pihak aparat juga dapat segera melakukan konsolidasi agar tindakan kecurangan seperti itu tidak terjadi lagi ke depannya.

Sebelumnya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menginginkan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa menyinergikan antara aspek hulu dan hilir di dalam sektor perikanan. "Diperlukan sinergi lokus kegiatan antar direktorat teknis agar tercipta intervensi hulu-hilir secara terintegrasi," kata Niko Amrullah, Wakil Sekjen KNTI.

Menurut dia, sejumlah catatan penting yang harus dilakukan KKP antara lain adalah memperbaiki tata kelola implementasi pengadaan kapal bantuan. Hal tersebut, lanjutnya, terutama untuk kapal ikan di bawah 30 gross tonnage (GT) yang memakan anggaran hingga sekitar Rp182 miliar per tahun. [tar]

Komentar

 
x