Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:30 WIB

72 Tahun Indonesia Merdeka

Pertumbuhan Ekonomi Belum Ideal

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 17 Agustus 2017 | 05:17 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Belum Ideal
Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-72 Tahun pada 17 Agustus. Bagaimana rasanya pembangunan ekonomi selama 72 tahun?

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono menuturkan pemerintah seringkali menyebut bila pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang moncer.

Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5%. Kata Tony, idealnya pertumbuhan ekonomi yang baik untuk negara seperti Indonesia adalah 6% hingga 7%.

Dia menjelaskan, ketika ekonomi tumbuh pada level 7% maka semua angkatan kerja baru bisa terserap oleh kegiatan ekonomi.

"Kalau kurang dari 7% pilihannya adalah antara pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di sektor informal," terang Tony, yang juga komisaris utama Bank Permata.

Selanjutnya, masih kata Toni, hal lain yang menjadi indikator baiknya ekonomi dalam negeri adalah suku bunga yang cenderung turun dan inflasi yang terkendali.

Tony menilai, jika inflasi terkendali artinya daya beli naik, mestinya orang lalu membeli mobil, sepeda motor, hingga beli apartemen. Tetapi kenyataaannya tidak. "Penjualan mobil turun, motor turun lebih dalam, pun apartemen. Nah ini yang namanya miss match. Artinya data makro dan mikro tidak sinkron," jelasnya.

Dalam realisasinya, tahun 2016 mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen atau lebih tinggi dibanding 4,88 persen 2015. Pencapaian tahun lalu ini mengerek nilai Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi Rp12.406,8 triliun.

Sementara ekonomi Indonesia triwulan II-2017 terhadap triwulan II-2016 tumbuh 5,01 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,88 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8,49 persen.

Sedangkan berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2017 mencapai Rp3 366,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 472,8 triliun. [hid]

 
Embed Widget

x