Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:12 WIB

Jokowi Incar PDB 2018 Bisa 5,4%

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 16 Agustus 2017 | 19:04 WIB
Jokowi Incar PDB 2018 Bisa 5,4%
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 mengincar pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi yang optimis tersebut akan dicapai melalui dukungan konsumsi masyarakat yang terjaga, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor dan impor," kata Jokowi saat menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dalam sidang paripurna DPR MPR di Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Pada 2018, Jokowi berujar, pembangunan akan diarahkan untuk menumbuhkan ekonomi secara berkeadilan dan merata dengan pembangunan berbagai infastruktur yang tidak hanya berpusat di Jawa.

Jokowi menegaskan pada tahun 2018 akan melakukan pembangunan di kawasan perbatasan atau wilayah paling depan dengan Indonesia. "Pengembangan daerah perbatasan pun menjadi prioritas agar menjadi pintu gerbang transaksi perdagangan internasional sehingga mampu meningkatkan perekonomian," katanya.

Untuk inflasi pada 2018, dalam RAPBN 2018 diperkirakan tetap dapat terjaga di level 3,5% yang didukung oleh perbaikan kapasitas produksi, stabilisasi harga, serta masih rendahnya harga komoditas global.

Sementara untuk nilai tukar rupiah pada tahun 2018, pemerintah mematok sekitar Rp13.500 per dolar Amerika Serikat. Sementara untuk rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan dalam RAPBN 2018 diperkirakan sekitar 5,3%.

Sedangkan untuk asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan sebesar US$48 per barel. Adapun asumsi lifting minyak dan gas bumi selama 2018 mencapai 2 juta barel setara minyak per hari di mana lifting minyak bumi sebesar 800 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sekitar 1,2 juta barel setara minyak per hari. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x