Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:39 WIB

Asumsi Makro 2018 Realistiskah? Ini Kata Bos BI

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 16 Agustus 2017 | 20:06 WIB
Asumsi Makro 2018 Realistiskah? Ini Kata Bos BI
Gubernur BI Agus Martowadojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan target pertumbuhan tersebut masih dalam perkiraan BI. Namun untuk mengejar target tersebut pemerintah harus bekerja keras.

Agus menanggapi pemerintah telah menetapkan indikator ekonomi makro tahun 2018. Sebagai dasar penyusunan RAPBN tahun 2018, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi adalah antara 5,2% - 5,6% dan titiknya 5,4%. di Bank Indonesia kemarin masih perkirakan di 5,3% antara 5,1% sampai 5,5%. Kami paham pemerintah harus optimalkan upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif," kata Agus di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Sementara untuk laju inflasi yang ditargetkan sebesar 3,5% pada 2018, Agus juga bilang asumsi tersebut sangat baik sekali, mengingat laju inflasi sepanjag tahun 2017 relatif stabil. "Sekarang (2017) kita perkirakan sekitar 4%, tahun depan 3,5% itu seperti rencana kita. 3,5% itu menuju inflasi rendah dan stabil. saya lihat asumsi lain juga baik dan betul-betul mengarah kepada postur yang sehat," katanya.

Terkait defisit anggaran yang dipatok sebesar 2,19% pada 2018, Agus juga bilang cukup baik, karena lebih rendah dari target defisit pada tahun ini yang sebesar 2,67%.

"Yang saya ingin tunjuk komitmen untuk menjaga defisit fiskal di kisaran 2,19%. Sedangkan kalau kita lihat di tahun 2017, itu kan ada di kisaran 2,67%. Jadi itu menunjukkan defisit akan lebih rendah dan disampaikan primary balance 2017 di kisaran Rp100 triliun nanti akan di bawah Rp100 triliun.

"Untuk rasio utang pemerintah ke luar negeri dan dalam negeri ke produk domestik bruto dari 28% sampaikan tidak akan lebih dari 30%. Kita sambut baik, kita tertarik asumsi harga minyak US$48 per barel, kami jsutru perkirakan ada di US$52 itu cukup konservatif," katanya.

Terakhir nilai tukar yang dipatok Rp13.500, Agus juga bisa menerimanya dan masih dalam range yang diperkirakaan oleh BI. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x