Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 17:00 WIB

Solusi Garam Langka, Jokowi Disarankan Tiru China

Oleh : - | Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:54 WIB
Solusi Garam Langka, Jokowi Disarankan Tiru China
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Untuk mengatasi kelangkaan garam akibat kurangnya pasokan, ada saran sederhana dari mantan Komisaris Utama PT Garam (Persero) Sudirman Saad. Begini saranya.

"Pemerintah harus realistis untuk memenuhi kebutuhan garam industri ciptakan iklim investasi. Paling tidak ada insentif untuk importasi mesin supaya swasta bisa bangun pabrik," kata Sudirman dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (16/8).

Sudirman bilang, sudah saatnya Indonesia fokus mengatasi kebutuhan garam industri secara mandiri. Jangan selalu mengandalkan impor yang berdampak kepada produksi garam dari petani yang masih belum memenuhi kadar Natrium Klorida (NaCl) sebesar 97%.

Selanjutnya Sudirman menyebut fabrikasi dari Shanghai, China (Tiongkok) yang hanya membutuhkan bahan baku air dari kedalaman 1.000 meter. Selanjutnya diolah di pabrik dengan teknologi yang bisa menghasilkan air bersih dan garam.

Produksi garam dari satu pabrik tersebut bisa 2,9 juta ton dengan biaya produksi hanya Rp900 per kilogram. Selain itu, teknologi ini juga bisa menyesuaikan kadar NaCl pada garam dan kalium yang diinginkan.

Saat ini, proses produksi garam di Indonesia masih terbilang konvensional dengan menggunakan sistem evaporasi, yakni air laut dialirkan ke dalam tambak kemudian air yang ada dibiarkan menguap, setelah beberapa lama kemudian akan tersisa garam yang mengendap di dasar tambak tersebut.

Dengan demikian, produktivitas garam ditentukan oleh cuaca sehingga jika kemarau basah, kelangkaan garam berpotensi terjadi.

Sudirman mengatakan pemerintah sudah saatnya membuat kebijakan agar pelaku usaha dan industri bisa membangun pabrik, salah satunya memberikan insentif atas bea masuk impor mesin pabrik produksi garam. "Satu tahun kalau kita bisa fasilitasi bangun pabrik pada 2018, tahun 2019 sudah bisa produksi," kata dia.

Saat ini, kebutuhan garam industri sebesar 2,1 juta ton per tahun dengan perkiraan pertumbuhan 5 persen per tahun. Oleh karena itu, ia memandang penciptaan iklim investasi untuk garam industri perlu dilakukan. [tar]

 
x