Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:32 WIB

Inilah Capaian Pertamina di Paruh Pertama 2017

Oleh : - | Jumat, 18 Agustus 2017 | 06:09 WIB
Inilah Capaian Pertamina di Paruh Pertama 2017
(Foto: Inilahcom/Wirasatria)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama 2017, PT Pertamina (Persero) membukukan pendapatan US$20,5 miliar. Atau bertumbuh 19% ketimbang semester I-2016 senilai US$17,2 miliar.

Pertumbuhan pendapatan ini, relatif lebih rendah dibandingkan pertumbuhan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang mencapai US$48,9 per barel sepanjang semester I-2017. Atau naik 35% dibandingkan semester I-2016.

"Naiknya harga minyak mentah telah menjadi insentif bagi bisnis hulu, namun kenaikan harga minyak mentah tersebut juga berpengaruh pada peningkatan beban pokok penjualan di sektor hilir yang banyak berdampak pada perolehan laba bersih perusahaan," kata Massa dalam rilis di Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Laba bersih di semester I-2017, tercatat US$1,4 miliar, atau turun 24% dibandingkan semester I-2016. Di sektor hulu, produksi minyak dan gas bumi mengalami kenaikan 8% menjadi 692 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), sepanjang semester I-2017.

Kenaikan produksi migas itu terdiri minyak naik 12% menjadi 343 MBOPD. Adapun gas bumi, naik 4% menjadi 2.022 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Di sektor pemasaran dan niaga, penjualan bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan 4% menjadi 32,60 juta kiloliter (KL).

Demikian pula, penjualan non-BBM berupa gas domestik, petrokimia, dan pelumas naik 6% menjadi 7,82 juta KL. Peningkatan porsi penjualan BBM nonsubsidi juga berkontribusi pada kenaikan revenue Pertamina.

Per Juni 2016, porsi penjualan BBK Perta Series jenis gasoline (Pertamax, Pertamax Plus/Turbo, Pertamax Racing, dan Pertalite) baru mencapai 18,9% dan Premium 81,1 persen.

Namun, per Juni 2017, porsi penjualan BBK Perta Series jenis gasoline melonjak dan sudah melampaui Premium yakni 57,6 persen berbanding 42,4 persen.

Sementara, porsi penjualan BBK jenis diesel (Pertamina Dex dan Dexlite) per Juni 2017 mencapai 3,6%, atau naik dibandingkan posisi Juni 2016 yang hanya 1,2%.

Untuk kinerja pengolahan pada semester pertama 2017, total intake terealisasi 157,06 juta barel (MMBbl), total output 148,6 MMBbl, volume valueable product 122,64 MMBbl, dan yield valuable product to total intake 78,09%.

Adapun, program refinery development master plan (RDMP) yang dilaksanakan di empat kilang, yakni Balikpapan, Kaltim, Balongan, Jabar, Cilacap, Jateng, dan Dumai, Riau, serta grass root refinery (GRR) di dua lokasi, yaitu Tuban, Jatim dan Bontang, Kaltim, masih berjalan sesuai jadwal. RDMP Balikpapan dalam tahap finalisasi tahapan FEED.

Adapun kinerja gas sepanjang semester pertama 2017 untuk transportasi tercatat 253,1 miliar kaki kubik (BSCF) dan penjualan gas alam cair (LNG) terealisasi 258,01 juta MMBTU.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi faktor eksternal itu, Pertamina tetap menjalankan program efisiensi perusahaan dan penciptaan nilai tambah melalui break through project (BTP) yang sudah mencatat US$360 juta, serta inisiatif strategis lainnya.

Sementara itu, untuk Program Indonesia Satu Harga, Pertamina telah berhasil mendirikan lembaga penyalur BBM di 25 titik wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) per Juli 2017. Sesuai rencana, Program Indonesia Satu Harga ditargetkan mencapai 159 titik wilayah 3T hingga 2019. [tar]

Komentar

 
x