Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:39 WIB

Tahun Ini Saja Sulit, Apalagi Kejar PDB 5,4%

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:18 WIB
Tahun Ini Saja Sulit, Apalagi Kejar PDB 5,4%
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah dalam asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 mematok angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Namun angka ini terlalu ambisius dan terlalu berat untuk mencapainya.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Program Indef dan Dosen Kebijakan Ekonomi Indonesia UI, Berly Martawardaya di Kantor Indef Jakarta, Jumat (18/8/2017). "Walaupun engga ada yang engga mungkin, tapi tantangan cukup berat," kata Berly.

Berly menjelaskan, untuk tahun ini saja target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,2% masih sangat sulit tercapai. Alasannya pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu 5 tahun belakang rata-rata hanya sebesar 5,01% sampai 5,02%.

"Tahun ini saja agak cukup sulit (target pertumbuhan ekonomi) untuk mencapai 5,2% (2017), ada lompatan besar menjadi 5,4% (2018), itu berarti rata-rata pertumbuhan 5,2% kalau mau 5,4%," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dalam sidang paripurna DPR MPR di Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Dalam paparannya Jokowi menyebutkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. "Pertumbuhan ekonomi yang optimis tersebut akan dicapai melalui dukungan konsumsi masyarakat yang terjaga, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor dan impor," kata Jokowi.

Pada 2018, Jokowi berujar, pembangunan akan diarahkan untuk menumbuhkan ekonomi secara berkeadilan dan merata dengan pembangunan berbagai infastruktur yang tidak hanya berpusat di Jawa.

Tak hanya itu, Jokowi bilang bahwa pada tahun 2018 akan melakukan pembangunan dikawasan perbatasan atau wilayah paling depan dengan Indonesia. "Pengembangan daerah perbatasan pun menjadi prioritas agar menjadi pintu gerbang transaksi perdagangan internasional sehingga mampu meningkatkan perekonomian," katanya. [hid]

 
Embed Widget

x