Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:35 WIB

Jokowi Bawa APBN Jadi Ambisius

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 18 Agustus 2017 | 14:03 WIB
Jokowi Bawa APBN Jadi Ambisius
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam waktu kurun 3 tahun kebelakang, pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dinilai terlalu ambisius dalam merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alhasil banyak anggaran yang harus dipangkas di tengah jalan, akibat penerimaan negara yang seret.

"APBN tiga tahun terakhir terlalu ambisius, dan terbukti kan target pajak tidak pernah tercapai," kata Direktur Program Indef, Berly Martawardaya dalam sebuah diksusi di Kantor Indef Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Berly mengungkapkan dalam RAPBN 2018 yang baru saja dibacakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR RI, Rabu (16/8/2017), dinilainya sebuah rancangan APBN yang lebih baik ketimbang rancangan APBN sebelumnya.

"Kami melihat RAPBN 2018 ini paling tidak sudah ada kehati-hatian. Ada upaya bersih-bersih neraca, seperti perusahaan yang mau 'go public', utangnya dihapus, capital injection, dan lainnya, sehingga siap 'go public'. Ini upaya beres-beres," katanya.

Berly yang juga merupakan Dosen Kebijakan Ekonomi Indonesia FEB-UI, menambahkan bahwa dalam RAPBN 2018, belanja ditargetkan mencapai Rp2.204,4 triliun, tumbuh 3,3% dibandingkan APBNP 2017 Rp2.133,3 triliun. Belanja RAPBN 2018 tersebut tumbuh lebih lambat dibandingkan pendapatan yang tumbuh 8,2% dari Rp1.736,1 triliun dalam APBNP 2017 menjadi Rp1.878,4 triliun.

Sementara itu, defisit anggaran sendiri ditargetkan mencapai Rp325,9 triliun, turun dibandingkan dalam APBNP 2017 Rp397,2 triliun.

Secara rasio, defisit APBN menurun dari 2,93% menjadi 2,19%. Sedangkan untuk utang, juga menurun dari Rp461,3 triliun dalam APBNP 2017 menjadi Rp399,2 triliun.

 
Embed Widget

x