Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:32 WIB

YLKI Sebut Pembatasan Kendaraan di Tol Langgar UU

Oleh : - | Jumat, 18 Agustus 2017 | 16:36 WIB
YLKI Sebut Pembatasan Kendaraan di Tol Langgar UU
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rencana pemerintah membatasi kendaraan di jalan tol dengan menerapkan aturan nomor polisi ganjil-genap (gage) dinilai ngawur dan melanggar UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut rencana penerapan gage di jalan tol, jelas ngawur dan tak paham regulasi.

"Tidak ada praktik ganjil genap di mana pun yang diterapkan di jalan tol. Pemberlakukan ganjil genap hanya bisa di jalan nontol dan dalam kota saja," kata Tulus di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Tulus bilang, pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi gage itu, biasanya bersifat sementara atau ad-hoc. Dan diterapkan di jalan protokol dalam kota, bukan di jalan tol.

Kata dia, pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi gage merupakan pelanggaran terhadap UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44/2009 tentang Jalan Tol. "Jalan tol adalah jalan bebas hambatan. Tidak ada rambu-rambu lalu lintas yang sifatnya menjadi penghambat, termasuk lampu pengatur lalu-lintas," tutur Tulus.

Karena itu, untuk mengatasi kemacetan di jalan raya, termasuk di jalan tol, Tulus menyarankan pemerintah lebih baik memperbaiki dan membangun angkutan umum massal yang terpadu, mudah diakses, dan tepat waktu.

"Kemudian, untuk membatasi kendaraan, terapkan jalan berbayar secara elektronik secara konsisten dengan pendataan mobil yang akurat," katanya. Pada sisi lain, jumlah mobil di Tanah Air bertambah secara signifikan.

Kalau tak ada aral, pembatasan kendaraan di jalan tol melalui aturan nopol gage ini, mulai dijalankan akhir Agustus. Tahap awal diterapkan di ruas tol Jakarta-Cikampek, mulau Gerbang Tol Bekasi Barat hingga Gerbang Tol Semanggi.

Pembatasan tersebut berlaku pada jam-jam sibuk, yaitu pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menyiapkan 60 unit bus tambahan agar para pengguna jalan tol bisa menggunakan bus dengan kapasitas lebih banyak.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan, karena kepadatan di tol Cikampek ke arah Jakarta semakin meningkat, maka diperlukan pengaturan kendaraan.

"Pengaturan kendaraan akan dikakukan pada ruas toll yang paling padat, yaitu ruas Bekasi Barat - Cawang. Yaitu untuk kendaraan pribadi akan dilakukan mekanisme ganjil genap," kata Bambang. [tar]

 
x