Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:31 WIB

Masuk RAPBN 2018, Cukai Plastik Tunggu DPR Oke

Oleh : - | Minggu, 20 Agustus 2017 | 06:09 WIB
Masuk RAPBN 2018, Cukai Plastik Tunggu DPR Oke
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun depan, barang dari plastik bakal kena cukai. Jadi, jangan kaget kalau harganya naik. Katanya untuk menjaga lingkungan meski memberatkan kantong rakyat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara bilang, penerapan cukai plastik pada 2018, masih dikonsultasikan dengan DPR. "Kami akan konsultasi dengan DPR, semoga masa sidang ke depan bisa kami bahas," kata Suahasil di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Suahasil menjelaskan, tujuan dari penerapan cukai plastik ini, adalah untuk mengurangi penggunaan plastik yang dianggap mengganggu lingkungan. "Plastik sulit didegradasikan secara alamiah, tidak seperti kulit pisang yang bisa terdegradasi sendiri. Maka, disarankan plastik tidak terlalu banyak dikonsumsi," kata Suahasil.

Suahasil mengakui, RAPBN 2018 sudah memasukkan cukai plastik ke dalam target kepabeanan dan cukai. Di mana, targetnya ditetapkan Rp194,1 triliun.

Selain penerapan cukai plastik, Suahasil menyebut adanya penaikan cukai hasil tembakau dan minuman mengandung ethil alkohol (minol pada 2018. Saat ini, rencana tersebut sedang dalam kajian.

"Biasanya kami bicarakan di akhir tahun. Kami kaji terlebih dahulu terhadap kondisi dan struktur industrinya supaya nanti bisa kami cari tingkat tarif yang pas melihat industri dan target penerimaan cukai," ujar Suahasil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menjamin bahwa cukai plastik tidak akan memberatkan pelaku usaha. Beleid ini bakal mendorong penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan. "Tujuannya untuk pengendalian dan mengurangi kerusakan lingkungan dari tas plastik. Nanti pasti dibedakan pengenaan tarif ke industri ramah lingkungan dengan tidak ramah lingkungan," kata Heru.

Heru menerangkan, tarif cukai plastik untuk industri hulu, tidak akan melebihi tarif plastik yang pernah dikenakan untuk ritel (kantong kresek) sebesar Rp200 per plastik. "Tarif finalnya mesti dikonsultasikan ke beberapa pihak. Akan tetapi, yang jelas kalkulasinya tidak akan lebih tinggi daripada yang sudah diterapkan ke sektor retail," kata Heru. [tar]

 
x