Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:11 WIB

Mubadalah Berburu Lapangan Gas Baru di Sebuku

Oleh : - | Minggu, 20 Agustus 2017 | 04:29 WIB
Mubadalah Berburu Lapangan Gas Baru di Sebuku
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Banjarmasin - Mubadalah Petroleum, investor asal Uni Emirat Arab yang mengerjakan gas Blok Sebuku, tengah mencari potensi gas baru di luar lapangan lepas pantai Ruby yang kini digarap (eksploitasi).

Eksternal Relation and Comunication Mubadalah Petrokimia, Budi Chandra bilang, Mubadalah sejak 1978 telah melakukan eksplorasi di blok Sebuku. Selanjutnya melakukan eksplorasi lanjutan di 2004.

Kata Budi, Mubadalah mengoperasikan dua kontrak kerja sama dengan total investasi sebesar US$500 juta, yaitu di lapangan gas Ruby yang mulai berproduksi pada 2013, dan lapangan West Sebuku.

Khusus di lapangan gas Ruby Pulau Sebuku, lanjut Budi, kontraknya berakhir pada 2027. Namun, diperkirakan gas yang berada dalam delapan sumur tersebut akan habis pada 2023.

"Saat ini, potensi gas di sekitar lapangan Ruby terus berkurang dan diperkirakan akan habis pada 2023, sehingga kini kami berupaya untuk mencari potensi baru di daerah tersebut," kata Budi di Banjarmasin, Jumat (18/8/2017).

Kemampuan produksi PT Pearl Oil sebagai perusahaan yang mengeksploitasi gas di delapan sumur Lapangan Larilarian mencapai 100 Million Metric (MM) Standard Cubic Feet per Day (MMSCTD) atau juta standar metrik kaki kubik per hari.

Namun, kebutuhan PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, hanya 70-80 MM per hari, sehingga potensi sumur tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Sampai saat ini, gas yang diproduksi Mubadalah mencapai 65 miliar kaki kubik. Gas tersebut disalurkan melalui jalur pipa bawah laut sepanjang 312 kilo meter. Berawal dari anjungan lepas pantai Ruby menuju fasilitas penerima darat di Senipah, Kalimantan Timur.

Gas yang terkandung di dalam perut bumi Larilarian tersebut merupakan gas kering (dry gas) dengan kandungan hidrokarbon C1 sebesar 97 persen, dengan kalori 1080 M atau termasuk kalori bagus. "Kalori di atas seribu berarti bagus, walaupun hal itu sangat tergantung fasilitas penerimaannya, untuk kalori di bawah seribu termasuk kalori rendah," kata Budi.

Luasan blok Sebuku yang kini masuk dalam kontrak PT Mubadalah seluas 2.123 kilo meter persegi, namun tambah dia, tidak semua areal terdapat hidrokarbon atau gas.

Apakah masih ada potensi gas selain di lapangan Ruby, dia menambahkan di atas kertas memang masih ada, namun perlu eksplorasi untuk memastikan keberadaan potensi gas tersebut.

"Semoga dalam waktu dekat kita bisa kembali membangun sumur-sumur baru, setelah mendapatkan ke pastian potensi gas di lokasi lain," katanya.

Terkait bagi hasil keuntungan ke daerah, tambah dia, hal itu tergantung pusat, karena posisi pengeboran ada di tengah-tengah, sehingga menjadi kewenangan pusat.

Sebelumnya, kedatangan tim Mubadalah ke Banjarmasin dalam rangka menerima penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kementerian Tenaga Kerja yang diserahkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Manager HSSE dan Asset Integrity Mubadalah, Satrio Pratomo mengatakan, sejak tiga tahun lebih, tidak terjadi kecelakaan kerja, kendati hanya luka kecil di perusahaan.

Kata Satrio, karena manajemen K3 yang telah dilaksanakan dengan baik, membuat perusahaan pada 2015 mendapatkan Award dari kementerian ESDM dan pada 2017, perusahaan kembali mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kalsel. "Setelah itu pada Rabu malam (16/8), kami kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja yang diserahkan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, di Mahligai Pancasila," kata Satrio.

Saat ini, total tenaga kerja di Mubadalah Petroleum sebanyak 120 orang, baik yang dilapangan maupun di kantor pusat di Jakarta. [tar]

Komentar

 
x