Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 17:00 WIB

APTRI Minta Kemendag Lacak Gula Sitaan PTPN XI

Oleh : - | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 03:00 WIB
APTRI Minta Kemendag Lacak Gula Sitaan PTPN XI
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mendesak Kemendag melacak asal-usul gula milik PTPN XI yang ditahan Dirjen PKTN Kemendag.

Menurut Soemitro, gula bermutu rendah tersebut, bisa berasal dari gula tebu petani, atau bagian dari 114 ribu ton raw sugar impor yang diolah PTPN IX, X, XI dan RNI. Importasi tersebut sejak awal mendapat protes keras dari kalangan petani tebu.

Soemitro bilang, PTPN tidak memiliki unit pengolahan raw sugar, sehingga dikerjakan pihak lain. "Jika terbukti gula yang tidak memiliki SNI tersebut berasal dari gula tebu petani maka APTRI mengancam akan melakukan gugatan hukum dan ganti rugi, karena kontrak dengan petani adalah pengolahan tebu menjadi gula kristal putih sesuai SNI," papar Soemitro di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Kata Soemitro, perilaku produsen gula yang tidak mengolah tebu petani dengan standar baik, sangat merugikan petani. Akibatnya, gula petani tidak bisa bersaing di pasar. akibatnya stok menumpuk dan petani akan menanggung kerugian besar. "Sekali lagi Dirjen PKTN jangan hanya berhenti meneliti kualitas gula saja tapi asal usul gulanya juga," papar Soemitro.

Sekjen DPN APTRI Nur Khabsin mendesak pemerintah segera mengumumkan hasil penelitiannya. Dia mencurigai gula yang dijual PTPN XI tersebut adalah gula oplosan raw sugar impor dengan gula kristal putih.

Sekedar mengingatkan, Kementerian Perdagangan menyegel sekitar 3.400 ton gula kristal putih (GKP) milik PTPN XI. Gula tersebut diamankan karena tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kementerian Perdagangan, Syahrul Mamma menyebut, gula tersebut merupakan produksi Pabrik Gula (PG) Panji Situbondo, Jawa Timur milik PTPN XI. Gula yang diamankan itu, berwarna kecoklatan, sehingga dianggap tidak memenuhi standar. "Baru minggu ini (diamankan) dari PG Panji Situbondo," ucap Syahrul.

Syahrul mengatakan pengamanan terhadap gula PTPN XI berawal dari laporan masyarakat. Gula-gula yang diduga tidak layak konsumsi itu ditemukan di pasar wilayah Jawa Timur dan kemudian ditarik oleh Kementerian Perdagangan.

Namun, ia belum bisa memastikan kemana saja gula tersebut telah beredar. "Mengenai peredarannya masih dalam penelusuan," tukasnya.

Saat ini, pihak Direktorat Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan tengah melakukan uji lab terhadap sampel dari 3.400 ton GKP milik PTPN XI. Pemerintah tidak mengambil seluruh gula tersebut dan meninggalkannya di gudang milik PTPN XI dengan segel 'Dalam Pengawasan Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan'. [tar]

 
x