Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:53 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 2018 Bisa 5,4%, Asalkan...

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 21 Agustus 2017 | 09:09 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2018 Bisa 5,4%, Asalkan...
Ekonom Bank Mandiri, Andri Asmoro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun depan, Presiden Joko Widodo ingin agar pertumbuhan ekonomi bisa 5,4%. Untuk mengejar keinginan tersebut bukanlah perkara mudah. Ada dua hal yang perlu diperhatikan.

Ekonom Bank Mandiri, Andri Asmoro mengatakan, dua hal penting yang menopang pertumbuhan ekonomi tinggi adalah daya beli masyarakat dan inflasi yang stabil.

"Target tersebut (PDB 2018) ditopang oleh dua hal, pertama konsumsi masyarakat, daya beli harus dijaga oleh pemerintah," kata Andri dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

Suka atau tidak, Andri bilang, konsumsi masyarakat atau daya beli, masih menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. pada 2016, konsumsi tumbuh 5% dengan porsi PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 56%.

"Pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat, dengan menjaga harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil, lantaran pada tahun depan iklim cuaca tidak jauh lebih baik dari tahun ini," katanya.

Yang kedua, lanjut Andri, pemerintah harus konsisten dalam menjaga laju inflasi. Asumsi inflasi di kisaran 3,5% dalam RAPBN 2018, sejauh ini cukup realistis.

Tentunya dengan mempertimbangkan koordinasi antara pemerintah dengan Bank Indonesia (BI), terkait pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Oleh karena itu, pada tahun depan, meskipun ada potensi penyesuaian tarif listrik atau LPG yang didorong oleh tren naiknya harga minyak, inflasi menurut dia masih bisa terkendali. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x