Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 16:59 WIB

3 Bank Pelat Merah Beri Hedging Murah untuk PLN

Oleh : - | Senin, 21 Agustus 2017 | 13:30 WIB
3 Bank Pelat Merah Beri Hedging Murah untuk PLN
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tiga bank pelat merah (BUMN) memfasilitasi lindung nilai (hedging) untuk PT PLN (Persero). Melalui call-spread US$30 juta, diharapkan bisa mencegah kerugian akibat risiko volatilitas nilai tukar.

ketiga bank BUMN itu adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan di Gedung Bank Indonesia BI, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo yang menyaksikan kesepakatan tersebut mengatakan, call spread akan membuat biaya premi lindung nilai yang dibayar korporasi menjadi lebih murah hingga setengahnya, atau senilai 2,5%. Di mana, premi produk lindung nilai sebesar 5%.

"Kalau rata-rata forward swap itu sekarang lima persen dengan call spread biaya bisa separuhnya. Ada dua transaksi yang ditandatangani tadi, yakni nanti perusahaan BUMN beli, nanti di jangka waktu tertentu bisa dijual lagi," tutur Perry.

Setelah penandatanganan kesepakatan itu, BI melakukan sosialisasi Prosedur Standar Operasional untuk "call spread" kepada 120 BUMN. Selain "call spread", BI juga akan mensosialisasikan produk lindung nilai lainnya yakni "Interest Swap".

"Call spread merupakan fasilitas lindung nilai untuk mencegah kerugian perusahaan peminjam utang valas dari volatilitas nilai tukar. Hal itu berbeda dengan produk lindung nilai sebelumnya yakni forward yang mencegah kerugian dengan menjaga tingkat nilai tukar di level tertentu," papar Perry.

Hanya saja, Perry belum bisa memerkirakan berapa potensi lindung nilai call spread di tahun ini. Alasannya, pemilihan produk lindung nilai tergantung kebutuhan perusahaan yang memiliki pinjaman berbentuk valuta asing (valas).

Ke depannya, Perry mengatakan, selain lindung nilai untuk nilai tukar, akan ada juga produk lindung nilai untuk suku bunga.

Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah mengatakan "call spread" yang disepakati Senin ini baru berupa tahap awal kesepakatan. "Baru sebagai tahap awal 30 juta dolar AS," ujar Perry. [tar]

 
x