Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:14 WIB

Ekonom UGM: 3 Tembok Besar Hadang Industri Kreatif

Oleh : - | Senin, 21 Agustus 2017 | 19:08 WIB
Ekonom UGM: 3 Tembok Besar Hadang Industri Kreatif
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Solo - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro bilang, industri kreatif menghadapi tiga masalah besar. Apa saja itu?

Tiga masalah yang dimaksud Mudrajad adalah modal, pasar, dan bahan baku. "Kalau dilihat sebetulnya industri kreatif di Jawa Tengah terutama Solo raya, potensinya sangat besar. Hanya problemnya bagaimana agar pemain mayoritas industri kreatif tersebut, yaitu UKM bisa dibantu mengatasi tiga masalah mendasar tersebut," kata Mudrajad di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/8/2017).

Mudrajad mengatakan, pelaku industri kreatif perlu memerhatikan persyaratan usaha. Intinya harus bisa menguntungkan pebisnis khususnya skala kecil dan mikro. "Untuk bisa mengatasi hal ini, salah satunya pelaku industri kreatif harus memiliki hubungan kemitraan dengan industri skala menengah dan besar," kata Mudrajad.

Terkait hal itu, dikatakannya, sejauh ini pelaku industri kreatif skala kecil di Indonesia yang memiliki hubungan kemitraan dengan industri menengah atau besar hanya 6%-10% dari total industri kecil dan mikro yang ada.

"Bagaimanapun juga, industri kreatif skala kecil dan mikro merupakan bagian integral bagi pengusaha menengah dan besar di negeri ini. Dengan begitu industri skala kecil tidak jadi kecil terus atau mikro terus," kata Mudrajad.

Sementara itu, peran dari mitra kerja dalam hal ini akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat harus bisa dijalin. "Pada dasarnya industri kreatiflah yang bisa mendorong ekonomi Jateng, maupun mempercepat pembangunan daerah atau kabupaten yang masih tertinggal," kata Mudrajad.

Selain itu, dikatakannya, perbaikan iklim investasi di daerah salah satunya upah minimum regional (UMR) harus diprioritaskan. "Saat ini hampir semua daerah berlomba-lomba menaikkan upah tenaga kerja antara 8-22 persen. Terkait hal ini saya sudah usul ke menteri tenaga kerja dan asosiasi, mungkin atau tidak upah dijadikan fix 2-3 tahun," kata Mudrajad.

Upaya lain adalah penentuan UMR bukan berdasarkan wilayah tetapi berdasarkan industri. Mengenai hal itu, Kota Batam sudah menerapkannya. "Di sana upah yang paling tinggi di industri galangan kapal," kata Mudrajad. [tar]

Komentar

 
x