Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 02:06 WIB

Cukai Rokok Naik, Kabar Buruk Bagi Si Ahli Hisap

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 22 Agustus 2017 | 05:29 WIB
Cukai Rokok Naik, Kabar Buruk Bagi Si Ahli Hisap
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ini kabar buruk bagi raja hisap alias perokok berat. Tahun depan, cukai rokok naik. Maknanya, ya pastilah harga rokok makin mahal.

"Secara reguler memang akan ada kebijakan perubahan tarif rokok," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Heru beralasan, kenaikan cukai rokok lantaran dipicu naiknya target penerimaan kepabeanan dan cukai di 2018. Berdasarkan RAPBN 2018, penerimaan sektor tersebut naik menjadi Rp194,1 triliun.

Selain faktor tersebut, kata pria asal Bondowoso, Jawa Timur ini, isu kesehatan menjadi faktor lain. Saat ini, konsumsi rokok nasioanal, angkanya sangat tinggi. Otomatis, biaya kesehatan bagi perokok menjadi semakin mahal. "Jadi konsumsi harus diturunkan secara gradual, tarif ini menjadi instrumen," kata Alumni SMAN II Bondowoso ini.

Faktor lainnya, lanjut Heru, terkait dengan industri dan turunannya termasuk petani, serta melihat dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi. "Secara garis besar ketiga ini yang pengaruhi besaran tarif yang dikeluarkan tiap tahun," kata Heru.

Meski begitu, Heru memastikan, penerapan tarif cukai baru pada 2018, bakal dibedakan menurut golongan. Di mana ada tiga golongan yakni sigaret putih mesin, sigaret kretek mesin, dan sigaret kretek tangan yang besaran cukainya berbeda-beda. [ipe]

Komentar

 
x