Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 22:57 WIB

Luhut Pernah Tawari Gibran Proyek, Ini Jawabannya

Oleh : - | Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:09 WIB
Luhut Pernah Tawari Gibran Proyek, Ini Jawabannya
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan menjadi saksi keengganan putra pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka untuk main di proyek-proyek pemerintah. Padahal, kalau mau sih mudah sekali.

Sekitar Ramadan lalu, Luhut hadir dalam acara buka puasa dengan Presiden Jokowi. Dia bertemu Gibran dan menawarinya proyek suplai makanan katering untuk proyek-proyek tambang serta pengolahan minyak lepas pantai. "Oh tidak makasih Om, saya tidak mau berbisnis dengan pemerintah," ujar Luhut menirukan ucapan Gibran saat menjadi pembicara dalam Pertemuan Diaspora Indonesia ke-4 (IDN-4 Global Summit) di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Alih-alih tertarik dengan tawaran Luhut, Gibran justru membangkan bisnis kuliner yang semakin berkembang. Salah satunya adalah Martabak Kota Barat (Markobar) yang kini berkembang menjadi 21 gerai di 13 kota besar di Indonesia.

Jokowi juga pernah menceritakan bahwa Gibran sudah menolak tawaran-tawaran katering untuk acara pemerintah, sejak masih menjabat Wali Kota Solo. Pengakuan tersebut, kata Luhut, menunjukkan bahwa Jokowi dan keluarga, terbiasa hidup jujur, bersih, dan sederhana.

Saat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM selama dua bulan, Luhut mengatakan, tidak melihat sedikit pun keterlibatan Jokowi ataupun keluarga dalam proyek-proyek energi dan sumber daya mineral. "Jadi kita mau cari manusia seperti apa lagi? Presiden kita ini sudah berani, tegas, dan mau mendengar terhadap berbagai masukan. Dia juga berani memutuskan sesuatu dan bertanggung jawab atas keputusannya," ujar Luhut.

Prinsip transparansi, profesionalitas, dan kerja keras itulah yang menurut Luhut membawa perubahan bagi Indonesia semenjak pemerintahan Jokowi.

Bukan hanya pemerataan pembangunan di berbagai daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang meningkat hingga di atas 5%, lanjut Luhut, ditambah meningkatnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

"Negeri ini kaya, dengan mekanisme pemerintahan yang semakin baik dan aset luar biasa termasuk dari diaspora Indonesia, saya yakin sinergi ini akan membantu Indonesia berkembang lebih baik lagi," tutur Luhut. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x