Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:09 WIB

Utang 2017 Nambah Rp399,2T, Ini Kata Sri Mulyani

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 22 Agustus 2017 | 07:09 WIB
Utang 2017 Nambah Rp399,2T, Ini Kata Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim, penambahan utang luar negeri dalam RAPBN 2018 sebesar Rp399,2 triliun, telah dihitung dengan cermat dan hati-hati.

"Defisit, kalau kita lihat 2015,2016 dan 2017 makin kecil, keseimbangan primer makin kecil dan mengarah positif. Ini kita lakukan dengan sangat hati-hati agar Indonesia terbebas dari krisis utang," kata Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Senin (21/8/2018).

Selanjutnya Sri Mulyani memberikan paparan soal kebijakan utang. Di mana, rasio utang Indonesia, saat ini berada di kisaran 27%-28% dari PDB (Produk Domestik Bruto). Sementara angka defisit anggaran diproyeksikan 2,5%.

"Coba bandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Brazil, rasio utangnya mencapai 58% dan 78% dari PDB mereka. Kita memiliki utang per kapita yang lebih rendah," kata Sri Mulyani.

Indonesia dengan defisit yang rendah, jelas Mulyani, menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya paling tinggi. Dengan kata lain, tambahah utang menjadi lebih kecil bila dibandingkan tambahan manfaat yang diperoleh.

Asal tahu saja, nilai utang pemerintah pusat sampai akhir Juli 2017 telah mencapai angka Rp3.779,98 triliun. Jumlah itu naik Rp73,47 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp3.706,52 triliun.

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemkeu) menunjukkan, nilai utang tersebut didominasi surat berharga negara (SBN) sebesar 80,6% atau Rp3.045 triliun. Sementara itu 19,4% sisanya atau Rp734,98 triliun berupa penarikan pinjaman.

Kenaikan utang berasal dari penerbitan SBN neto mencapai Rp65,50 triliun. Lalu, penarikan pinjaman neto mencapai Rp7,96 triliun.

Dengan menggunakan asumsi PDB dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp13.613 triliun maka rasio total outstanding utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir Juli 2017 adalah sebesar 27,77% dari PDB. [ipe]

Komentar

 
x