Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:35 WIB

Kenaikan Harga Gas COPI

Dongkrak PNBP, DPR Sebut Jonan Tidak Paham

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 22 Agustus 2017 | 14:00 WIB
Dongkrak PNBP, DPR Sebut Jonan Tidak Paham
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Peryataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menaikkan harga gas COPI tuai menuai kritik DPR.

Jonan menyebut, penaikkan harga jual gas milik ConocoPhillips Indonesia (COPI) di Lapangan Grissik, akan meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Anggota Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah sontak mengkritik apa yang dikatakan mantan Menteri Perhubungan itu. "Kalau memang untung, berapa split akhir yang didapat negara setelah dikurangi seluruh cost recovery COPI? Kalau Jonan tidak paham, minta SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) dan anak buah di Ditjen Migas untuk buka hitungannya," kata Inas di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Inas pun menilai kebijakan Jonan dalam penaikan harga jual gas COPI cenderung menguntungkan perusahaan asing dengan mengesampingkan perusahaan negara.

"Harusnya sebagai Menteri keputusan Jonan berpihak kepada BUMN. Ini malah merugikan. Atau jangan-jangan dia memang tidak bisa berhitung soal penerimaan negara dari sektor migas?" ujar Inas.

Sebelumnya, menanggapi ramainya pemberitaan mengenai kenaikan harga jual gas COPI, Jonan mengatakan bahwa keputusan tersebut telah didasarkan pada unsur keadilan dengan hitungan yang matang.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa kenaikan harga gas COPI akan merugikan PGN selaku BUMN pembeli gas ConocoPhillips."Oh begini, harus gas itu ya prinsipnya begini. Ini harus ada pembagian yang fair antara operator di hulu dengan operator di midstream. Nah kalau misalnya harga gas di hulu itu kita tingkatkan, itu penerimaan negara naik. Naik sebesar yang ditingkatkan itu. Jadi ini bukan, oh ngurangi ini (PGN) dikasihkan ke ConocoPhillips, bukan," kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Sekedar mengingatkan, lapangan Grissik meruapakan salah wilayah kerja migas yang berada di blok Corridor, Sumatera Selatan. Mengutip catatan Kementerian ESDM, Blok ini telah dikelola ConocoPhillips sejak tahun 1983 dan akan berakhir 19 Desember 2023 mendatang.

Menurut data SKK Migas, produksi gas blok Corridor sudah mencapai 980 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau mendekati target rencana kerja dan anggaran perusahaan sebesar 1.042 MMSCFD sepanjang semester I kemarin 2017. [uji]

 
Embed Widget

x