Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:13 WIB

Sudah Waktunya Produk Halal RI Kuasai Pasar Eropa

Oleh : - | Rabu, 23 Agustus 2017 | 08:29 WIB
Sudah Waktunya Produk Halal RI Kuasai Pasar Eropa
Sekretaris Ditjen Industri Agro Kemenperin, Enny Ratnaningtyas - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian berharap, produk halal Indonesia mampu menembus pasar Eropa. Agar bisa mengerek naik ekspor.

Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Industri Agro Kemenperin, Enny Ratnaningtyas, terkait pastisipasi Indonesia dalam pameran industri makanan dan minuman di Jerman bernama Allgemeine Nahrung Genussmittel Austellung (ANUGA) 2017.

"Untuk itu, pameran ini menjadi ajang membuka wawasan bahwa industri makanan di Indonesia telah memenuhi syarat terhadap mutu, keamanan pangan ataupun sertifikat yang harus dipenuhi di pasar internasional. Saya yakin, produk halal Indonesia memiliki tempat di pasar Eropa," kata Enny di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Sebagai pameran makanan dan minuman tingkat internasional yang akan dikunjungi sebanyak 160 ribu orang dari 190 negara berbagai penjuru dunia, diharapkan ANUGA bisa membuka peluang pasar ekspor non tradisional seperti di negara-negara kawasan Amerika Utara, Tengah dan Selatan, Eropa Utara, Tengah dan Timur, Afrika, serta Timur Tengah.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri makanan dan minuman nasional perlu lebih memperluas pangsa ekspor baik pasar tradisional maupun pasar baru dalam upaya mendongkrak kinerjanya.

Selain itu, melakukan terobosan inovasi produk yang dihasilkan sehingga dapat diminati oleh konsumen dalam negeri dan mancanegara.

"Market domestik dan ekspor masih besar. Yang terpenting untuk industri ini juga adalah ketersediaan bahan baku sehingga mendorong investasi terus tumbuh. Pemerintah telah memberikan kemudahan perizinan usaha bagi pelaku industri termasuk sektor IKM," jelas Airlangga.

Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,19% pada triwulan II-2017.

Capaian tersebut turut beperan dalam kontribusi manufaktur andalan ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas yang mencapai 34,42% atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Sementara itu, nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-Juni 2017 mencapai US$15,4 miliar.

Kinerja ini mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar US$4,8 miliar. [tar]

Komentar

 
x