Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 10:06 WIB

Semester I-2017, Industri Jasa Keuangan Sehat

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 23 Agustus 2017 | 20:00 WIB
Semester I-2017, Industri Jasa Keuangan Sehat
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia hingga Juli 2017 dalam kondisi normal.

Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada 23 Agustus 2017, menyimpulkan profil risiko industri jasa keuangan secara umum berada dalam kondisi yang terjaga.

Hal ini dilihat dari risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas lembaga jasa keuangan yang manageable serta permodalan industri jasa keuangan yang memadai.

"Risiko kredit lembaga jasa keuangan Juli 2017 relatif stabil. Rasio NPL gross perbankan dan NPF perusahaan pembiayaan per Juli 2017 masing-masing berada pada level 3,00% dan 3,45% (Juni17: 2,96% dan 3,47%)," kata Anto Prabowo, Plt. Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Dia menuturkan, perbankan telah melakukan pencadangan yang memadai sehingga rasio NPL net masih rendah di level 1,32% (Juni17: 1,35%).

Disamping itu, risiko pasar industri jasa juga keuangan terpantau rendah. Adapun, IHSG dan nilai tukar Rupiah pada Juli 2017 terpantau stabil (masing-masing menguat tipis 0,2% dan 0,01% mtm) dan ditutup pada level 5.840,93 dan Rp13.324/USD.

"Dari sisi bid-ask spread di pasar saham, rata-rata spread kembali menyempit menjadi 3,3% (Juni17: 3,4%)," terangnya.

Sementara itu, pergerakan pasar SBN mixed dengan yield SBN tenor jangka pendek turun sebesar 0,3 bps, sedangkan yield SBN tenor jangka menengah dan panjang naik masing-masing sebesar 12 bps dan 2 bps.

Risiko likuiditas industri jasa keuangan tercatat masih manageable. Meski terjadi net sellcnonresiden di pasar modal pada Juli 2017 sebesar Rp5,6 triliun (net buy di pasar SBN sebesar Rp5 triliun dan net sell di pasar saham sebesar Rp10,6 triliun) indikator likuiditascbank, baik AL/NCD (rasio alat likuiditas dibanding non core deposit) dan AL/DPK (rasio alat likuiditas dibanding DPK) masih relatif tinggi.

"AL/NCD dan AL/DPK tercatat sebesar 103,84% (threshold: 50%) dan 21,56% (threshold: 10%). Gearing ratio (jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri) perusahaan pembiayaan Juli 2017 relatif stabil sebesar 2,99 kali (Juni17: 3,05 kali)," ujarnya.

Rasio Kecukupan Investasi secara industri baik asuransi umum dan asuransi jiwa juga terjaga di atas threshold 100%. Kondisi permodalan industri jasa keuangan terpantau masih memadai. CAR masih dalam tren kenaikan dan Juli 2017 berada pada level 23,37% (Juni17: 22,74%).

RBC perusahaan asuransi per Juli 2017 juga masih berada di atas threshold 120%. RBC asuransi umum dan asuransi jiwa tercatat masing-masing sebesar sebesar 277% dan 500% (Juni17: 279% dan 491%).

Sementara itu, masih kata dia, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tumbuh moderat. [fdl]

Komentar

 
x