Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:44 WIB

Diganggu Kampanye Hitam, Ekspor Sawit Berkibar

Oleh : - | Kamis, 24 Agustus 2017 | 07:09 WIB
Diganggu Kampanye Hitam, Ekspor Sawit Berkibar
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama 2017, ekspor minyak sawit Indonesia (CPO, PKO dan turunan termasuk oleochemical dan biodiesel) mencapai
16,6 juta ton.

Ada kenaikan 25% ketimbang paruh pertama 2016. Alhamdulillah lumayan bagus meski sempat diserang kampanye hitam dan El Nino. Demikian rilis Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) kepada media di Jakarta, Selasa (23/7/2017). Di mana, ekspor minyak sawit di semester I-2016 sebesar 12,5juta ton.

Untuk produksi minyak sawit Indonesia di semester I-2017 mencapai 18,15 juta ton. Atau bertumbuh 18,6% ketimbang produksi periode sama 2016 sebesar 15,30 juta ton. Ya, produksi semester I-2017 cukup besar meski industri sawit semat terganggung El Nino di 2016.

Bekerja sama dengan asosiasi sawit lainnya, Gapki melakukan survei stok fisik minyak sawit untuk mendapatkan data yang lebih akurat dari lapangan. Hasilnya, stok fisik minyak sawit Indonesia di tangki-tangki timbun perusahaan cukup banyak, sehingga perlu diadakan penyesuaian data stok.

Pada semester I-2017, stok minyak sawit Indonesia, diperkirakan mencapai 2,325juta ton. Itu sudah termasuk angka penyesuaian sebesar 1,5juta ton. Dari sisi harga, sepanjang paruh pertama 2017, harga bergerak di kisaran US$650-US$827,50 per metrik ton. Harga pada Januari cukup menjanjikan dengan rata-rata US$805.7 per metrik ton.

Harga ini terus tergerus seiring dengan lesunya ekonomi global yang menyebabkan lesunya permintaan dan melimpahnya produksi minyak nabati lain yang menyebabkan harga menjadi murah.

Sementara itu, selama semester I 2017, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke negara tujuan utama tumbuh positif kecuali Pakistan. Ekspor semester I-2017 ke Pakistan mengalami penurunan 5% dibandingkan periode sama 2016, yang mencapai 1,1 juta ton menjadi 1,05 juta ton. Penurunan juga ekspor juga terjadi untuk sejumlah negara di Timur Tengah sebesar 12%.

Sebaliknya, volume ekspor minyak sawit Indonesia ke India pada semester pertama 2017 mencatatkan pertumbuhan yang cukup siginifikan yaitu naik 43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau dari 2,6 juta ton menjadi 3,8 juta ton.

Kenaikan yang cukup signifikan juga dicatatkan negara-negara
Uni Eropa. Lantaran, negara Benua Biru ini melancarkan hambatan dagang dengan menerbitkan resolusi Parlemen Eropa pada Maret 2017. Kinerja ekspor ke Benua Biru selama semester I-2017 mencapai 2,7 juta ton. Cukup tinggi ketimbang ekspor di periode yang sama tahun lalu sebesar 1,9 juta ton.

Mengilapnya kinerja ekspor semester I-2017 juga diikuti negara-negara Afrika sebesar 36,5%, Bangladesh 29%, Amerika Serikat 27% dan China 18%. Minggu keempat Juni ini adalah momentum Idul Fitri 1438 Hijriah. Ini berkah luar biasa. [ipe]

Komentar

 
x