Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:38 WIB

HET Beras Untuk Jaga Daya Beli dan Kemiskinan

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:54 WIB
HET Beras Untuk Jaga Daya Beli dan Kemiskinan
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengakui sulit untuk menjaga harga beras tetap stabil, maka dari itu pemerintah akan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas ini.

Enggar menerangkan, beras memberikan kontribusi sebesar 26,6% terhadap inflasi. "Kita mempertahankan daya beli masyarakat dan tingkat kemiskinan sangat ditentukan oleh harga pokok pangan terutama beras," kata Enggar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Dia menuturkan, penetapan HET telah disepakati berdasarkan masukkan dari berbagai stakeholder. Diantaranya, menteri pertanian, KPPU, Perpadi, food station, PIBC, aprindo dan satgas pangan. "Kita menerima berbagai masukan dari seluruh stakeholder yang ada," ujarnya.

Melalui HET ini juga, Enggar membedakan spesifikasi beras menjadi tiga jenis yakni beras medium, premium dan khusus.

Dalam hal ini, pemerintah mengatur HET beras jenis medium dan premium. Untuk HET medium Rp9.450 sedangkan premium Rp12.800. Akan tetapi, harga itu berlaku untuk wilayah Jawa, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, NTB dan Sulawesi.

Enggar beralasan daerah tersebut merupakan daerah penghasil beras yang kemudian di distribusikan ke daerah lain. Sementara untuk di wilayah Maluku Utara dan Papua HET-nya lebih tinggi Rp800 untuk kedua jenis beras. [fdl]

 
x