Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:54 WIB

Cegah Karhutla, KLHK Groundcheck Laporan Hotspot

Oleh : - | Jumat, 25 Agustus 2017 | 19:33 WIB
Cegah Karhutla, KLHK Groundcheck Laporan Hotspot
(Foto: menlhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi cuaca yang kering di bulan Agustus ini masih memicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa wilayah. Untuk mencegah Karhutla, Manggala Agni mengintensifkan groundcheck laporan hotspot.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHKRaffles B Panjaitan menjelaskan,groundcheckhotspot (titik panas) dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terjadinya kebakaran hutan dan lahan. "Ketika ada titik panas, Manggala Agni langsung mengecek ke lokasi apakah ada kebakaran atau tidak. Ketika ada kebakaran dapat segera dilakukan pemadaman dini sebelum kebakaran semakin meluas," ungkap Rafles, dalam keterangannya, Jumat (25/8/2017).

Hotspot atau titik panas merupakan indikator kebakaran hutan/lahan berupa titik koordinat lokasi yang diduga terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hotspot tidak selalu berarti kebakaran hutan dan lahan. Jika terjadi hotspot di suatu lokasi, maka kemungkinan di tempat tersebut terdapat kebakaran hutan atau lahan namun untuk mengecek kebenarannya diperlukan verifikasi lapangan (groundcheck). Tentunya beda hotspot dengan firespot. Hostpot sebagai salah satu indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan sedangkan firespot itu sudah pasti kebakaran hutan atau lahan.

"Disini lah perlunya upaya pencegahan harus dilakukan secara maksimal oleh semua pihak, tidak hanya manggala agni tapi semua kalangan hendaknya juga ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan ini. Lebih baik mencegah daripada memadamkan," tambah Raffles.

Di Sumatera Selatan, Brigade Dalkarhutla KLHK-Manggala Agni yang tergabung dalam tim terpadu bersama anggota TNI, POLRI Masyarakat Peduli Api/Satgas Desa, BPBD didukung oleh tim satgas udara Provinsi Sumatera Selatan melakukan penanggulangan kebakaran lahan di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran yang menghanguskan sekurangnya 5 Ha tersebut berhasil ditanggulangi oleh tim selama 7 jam.

Di lokasi lain di tepatnya di Desa Tanjung Sari II, Kampung 3 Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI, Manggala Agni bersama anggota TNI, POLRI, Dinas Perkebunan OKI dan masyarakat melakukan upaya pemadaman yang sudah berlangsung hingga hari kelima. Luas kebakaran mencapai 20 Ha dengan jenis vegetasi yang terbakar adalah tanaman karet dan semak belukar. Penanggulangan kebakaran yang terjadi di atas lahan milik masyarakat ini dilakukan selama kurang lebih 6,5 jam. Untuk mengantisipasi api terus meluas, dilakukan pemadaman api sisa (mopping up) dan pelebaran sekat bakar.

Manggala Agni Daops Ketapang Kalimantan Barat melakukan pemadaman di Dusun Transmigrasi TR 1A, Desa PelangKecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Titik Koordinat S -1.91143 E 110.1076. Pemadaman dibantu oleh BPBD Ketapang, Pemadam kebakaran Kabupaten Ketapang, TNI, dan juga masyarakat sekitar areal kebakaran. Luas kebakaran mencapai 10 Ha dan api berhasil dipadamkan.

Manggala Agni Sumatera Utara juga melakukan pemadaman pada koordinat: N 2.8091 E 98.7997, di Dusun Dolok Sipugul, Desa Sirube Rube, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dan juga di Koordinat: N: 0240.744` E: 09856.282`, Desa Bangun Dolok Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun. Pemadaman di Laksanakan oleh Tim Patroli Terpadu Daops Pematang Siantar. Sampai dengan hari ini tim Manggala Agni masih di lapangan.

Kebakaran juga terjadi di kawasan hutan jati Perum Perhutani tepatnya di Blok Kunyitan di sekitar kawasan Taman Nasional Baluran (S 0753'42,1" E 11420'03,2") dan Blok Pos Karto (S 0752'56,2" E 11419'27,7") pada Hari Kamis tgl 24 Agustus 2017. Bahan terbakar berupa seresah daun jati. Pemadaman sudah dilakukan pada kedua lokasi oleh Brigade Pengendalian Karhutla TN Baluran, Perum Perhutani, dan Polsek Banyuputih. Luas areal yang terbakar di Blok Kunyitan 3,2 Ha dan di Blok Pos Karto 1,9 Ha. Api berhasil dipadamkan meskipun kondisi angin di lokasi cukup kencang.

Upaya groundcheck (Kamis 24/8/2017) juga dilakukan oleh Manggala Agni Jambi. Berdasarkann laporan kegiatan patroli udara "Siaga Karhutla Provinsi Jambi" pada Rabu (23/8/2017)dengan pengambilan gambar lokaki bekas kebakaran dengan titik koordinat S 0156'51.0" E 10311'40.0", maka dilakukan groundcheck pada titik tersebut.

Hasil groundcheck dilaporkan bahwa terjadi kebakaran di RT. 36, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, koordinat kebakaran, S 0156'47.6", E 10311'43.6". Vegetasi yang terbakar adalah semak belukar dan tebangan pohon, dengan luas yang terbakar 2, 5 Ha dan merupakan areal konsesi Tahura.

Selain itu juga dilakukan groundcheck pada titik koordinat S 0139'1" E 1035'48" (Hotspot tanggal 23 Agustus 2017). Hasil groundcheck menunjukkan bahwa lokasi hotspot di Desa Rantau Kapas Tuo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, koordinat lokasi bekas Kebakaran, S 0139'02.4" E 1035'54.4". Luas yang terbakar 1 Ha, kepemilikan lahan adalah milik masyarakat. [*]

Komentar

 
x