Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:40 WIB

Borosnya Biaya Jadi Tuan Rumah Meeting IMF-WB 2018

Oleh : Dewa putu sumerta | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 03:29 WIB
Borosnya Biaya Jadi Tuan Rumah Meeting IMF-WB 2018
Ketua Panitia Nasional Pertemuan International Monetary Found-World Bank Group 2018, Luhut Binsar Panjaitan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - Tahun depan, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan IMF-World Bank (WB) Group. Akan hadir 15 ribu delegasi dari 189 negara itu. Jangan kaget anggaran acara ini cukup fantastis.

Ketua Panitia Nasional Pertemuan International Monetary Found-World Bank Group 2018, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, untuk menyambut even yang akan pada Oktober 2018, pemerintah menyiapkan dana Rp868 miliar. Wow.

"Dana yang kita keluarkan sebanyak Rp868 miliar. Dari jumlah itu yang telah terpakai yakni Rp555 miliar untuk infrastruktur," ucap Luhut usai Rapat Koordinasi Panitia Nasional Persiapan Pertemuan Tahunan International Monetary Found-World Bank Group Tahun 2018 di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Jumat (25/8/2017).

Selain itu, Menko Kemaritiman ini mengatakan, ada pengeluaran Rp243 miliar untuk sewa hotel bagi delegasi yang akan hadir.
"Total keseluruhan dana yang terpakai yaitu Rp650 miliar termasuk pembangunan infrastruktur dan culture event. Lalu, berapa yang bisa kita dapat? Kira-kira hampir US$100 juta. Masih untung sedikit," kata Luhut.

Jumlah itu adalah apa yang terasa langsung pengeluarannya. Sementara pengeluaran dampak dari kegiatan ini yakni menggerakkan ekonomi destinasi wisata enam paket tujuan wisata yang ditawarkan pada kegiatan tersebut.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, anggaran sebesar itu diambil dari APBN tahun 2018 senilai Rp600 miliar dan dana talangan dari Bank Indonesia Rp256 miliar.

"Dana dari APBN itu untuk membeli produk-produk dari pengusaha lokal. Ruangan pertemuan hotel di Nusa Dua nanti akan direnovasi seperti kantor. Itu selama seminggu. Nanti produk-produk perkantoran ya semua dari lokal. Furniture, suplai makanan, semua dari dalam negeri," terang Sri Mulyani.

Nantinya, lanjutnya, produk-produk itu akan dikembalikan untuk Indonesia juga. "Misalnya komputer itu nanti akan dihibahkan ke sekolah-sekolah. Kira-kira seperti itu. Akan dikembalikan lagi keuntungannya kepada Indonesia," tandas Sri Mulyani. [ipe]

 
x