Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 17:00 WIB

BI: Inflasi 2018 Rendah Asal Jokowi tak Kerek BBM

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 10:20 WIB
BI: Inflasi 2018 Rendah Asal Jokowi tak Kerek BBM
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - Bank Indonesia (BI) optimis inflasi 2018 bisa di bawah 3,5%. Syaratnya, pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga untuk komoditas yang harganya diatur atau administered prices.

"Angka proyeksi BI sedikit dibawah 3,5 persen untuk 2018," kata Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di DI Yogyakarta, Senin (28/8/2017).

Dody menjelaskan, ekspektasi tingkat inflasi yang rendah, bisa terjadi apabila pemerintah tidak melakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik maupun gas.

"Pemerintah telah menetapkan 2018 tidak ada kenaikan apa pun terkait BBM, listrik dan gas, artinya 2018 relatif cukup terkendali dari tekanan inflasi," kata Dody.

Selain itu, laju inflasi yang relatif terjaga dapat terwujud apabila pemerintah dan BI terus berkoordinasi untuk menahan inflasi dari bahan makanan (volatile food) pada 2018.

"Pemerintah dan BI terus berkoordinasi untuk menjaga inflasi pangan agar stabilitas kedepan berlanjut," kata Dody.

Sebelumnya, BI memperkirakan laju inflasi pada 2017 berada dalam kisaran 4% plus-minus 1%, dan 3,5% plus-minus 1% pada 2018. Sementara itu, pemerintah dalam APBN-P 2017 menetapkan asumsi laju inflasi sebesar 4,3%, setelah inflasi pada enam bulan pertama 2017 terdampak oleh penyesuaian tarif listrik 900 VA nonsubsidi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahun kalender Januari-Juli 2017 telah mencapai 2,6% dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,88%. [tar]

 
Embed Widget

x