Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:45 WIB

Manggala Agni Terus Waspada Pantau Hotspot

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 14:55 WIB
Manggala Agni Terus Waspada Pantau Hotspot
(Foto: menlhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Bombana - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan Manggala Agni pada Minggu (27/08/2017). Kali ini lokasi yang terbakar berada di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Blok Huan Lahalo, Lantari Jaya, Bombana.

Kebakaran dengan luas sekitar 30 Ha ini terjadi tadi pagi jam 10.20 WITA, dan terakhir dilaporkan kebakaran telah meluas menjadi sekitar 136 Ha. Berbagai upaya pemadaman terus dilakukan oleh Manggala Agni Daops Tinanggea hingga tadi malam, serta pembuatan sekat bakar, agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengarah ke hutan.

Sementara itu, data Sipongi pukul 20.00 WIB malam ini (27/08/2017), pada satelit NOAA19 mencatat sebanyak 32 hotspot, yang tersebar di Kalimantan Barat (14 titik), Kalimantan Selatan (6 titik), Jawa Timur (3 titik), Bangka Belitung (2 titik), Kalimantan Timur (2 titik), dan masing-masing 1 titik di Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah.

Data satelit lainnya yaitu TERRA/AQUA (NASA) (confidence level 80%) juga tidak jauh berbeda, yang mencatat sebanyak 36 hotspot, dan 34 hotspot juga ditunjukkan oleh satelit TERRA/AQUA (LAPAN) (confidence level 80%), yang tersebar di Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Selama hotspot masih terlihat, maka manggala Agni bersama Tim Terpadu akan terus melakukan groundcheck. Hal ini salah satu bentuk antisipasi sejak dini atau upaya pencegahan dalam mengatasi ancaman karhutla," ujar Djati Witjaksono Hadi, Kepala Biro Hubungan Masyaralat KLHK. [*]

Djati mencontohkan, di Lahat Sumatera Selatan, Manggala Agni bersama-sama dengan Kapolsek Kimsel, Babinsa Kimsel, serta Kepala Desa Pulau Beringin melakukan pengecekan hostpot di Desa Pulau Beringin, Kecamatan Kimsel (26/08/2017). "Dari hasil pengecekan, dilaporkan bahwa terdapat lahan yang terbakar sekitar 1 Ha, dan kondisi api saat ini sudah padam," terang Djati.

Sampai saat ini, total hotspot dalam periode yang sama, cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya, baik berdasarkan satelit NOAA19 ataupun satelit TERRA/AQUA (NASA). Meskipun demikian, Djati kembali menegaskan bahwa upaya pencegahan dan monitoring di lapangan terus dilakukan oleh para Satgas Pengendalian Karhutla dan Tim Terpadu. [*]

 
x