Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:31 WIB

Airlangga Kesengsem Mobil Hybrid dan Listrik

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 28 Agustus 2017 | 15:15 WIB
Airlangga Kesengsem Mobil Hybrid dan Listrik
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian telah menyusun peta jalan atau roadmap bagi pengembangan industri otomotif nasional. Agar sektor prioritas ini semakin berdaya saing di pasar global.

Salah satu yang tengah difokuskan adalah mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah, atau low carbon emission vehicle (LCEV). Contohnya, mobil hybrid yang menggunakan dua sumber energi, bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Pada akhirnya menyasar industri mobil listrik penuh.

Langkah ini sesuai dengan tren dunia industri otomotif dengan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan. "Yang dimaksud pengembangan produksi kendaraan dengan emisi karbon rendah dan fuel economi lebih tinggi, seperti kendaraan dengan teknologi hybrid yang konsumsi bahan bakarnya sekitar 20-28 kilometer per liter, dan di atas 28 kilometer per liter," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro dalam keterangan resminya kepada media di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Airlangga bilang, dengan mengacu standar konsumsi bahan bakar tersebut, kendaraan dinilai telah hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. "Bahkan, pada pameran otomotif beberapa waktu lalu sudah ada yang menampilkan mobil hybrid dengan konsumsi bahan bakar 2,5 liter untuk 100 kilometer. Jadi, hampir 40 kilometer per liter," tutur Airlangga.


Airlangga menjelaskan, Kemenperin telah berbicara dengan para pelaku industri otomotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengenai upaya pengembangan kendaraan masa depan tersebut, dan telah mendapat masukan serta respons positif. "Produsennya mengaku sudah siap, begitu kebijakan yang kami buat ini diimplementasikan," ujar Airlangga.

Pengembangan mobil listrik, lanjut politisi Golkar ini, telah masuk dalam roadmap yang sedang digodok Kemenperin. "Kami berharap, pada tahun 2025, produksi mobil listrik sudah mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan bermotor nasional," imbuhnya.

Bahkan, dalam waktu dekat, Kemenperin bersama pemangku kepentingan bakal melakukan uji coba terhadap 10 prototipe mobil listrik yang bisa dikategorikan laik jalan. "Prototipe tersebut akan dibagikan, antara lain ke Kementerian Perhubungan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa di test sambil regulasinya kami siapkan," ucap Airlangga.

Lebih lanjut politisi partai Golkar ini bilang, dalam pengembangan mobil listrik ini, diperlukan infrastruktur dan teknologi yang memadai karena jumlah pemasok atau industri penunjangnya masih cukup sedikit dibandingkan produsen kendaraan yang ada saat ini. "Jadi, butuh persiapan-persiapan yang matang, seperti teknologi baterai dan tempat pengisiannya. Kalau perlu bisa sampai tahan 200-300 kilometer," ungkap Airlangga. [ipe]

 
x