Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:32 WIB

Sri Mulyani Alami Dilema Berat di Keuangan Negara

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 29 Agustus 2017 | 03:09 WIB
Sri Mulyani Alami Dilema Berat di Keuangan Negara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadapi dilema berat. Di satu sisi, penerimaan negara sektor pajak rendah. Di sisi lain, kebutuhan keuangan negara cukup besar.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Senin (28/8/2017).

Dia bilang, saat ini, pemerintah sangat gencar untuk mencipatakan ekonomi yang adil dan mensejahterakan bagi masyarakat, namun hal tersebut bukan perkara mudah, butuh anggaran yang besar.

"Jadi kalau republik mengumpulkan uang dari pajak hanya 11%, kalau kebutuhan itu besar mulai pendidikan, kesehatan, infrastruktur itu butuh banyak belanja, dan penerimaan tidak cukup," kata Sri Mulyani.

Akibatnya, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah terpaksa melakukan pinjaman utang ke negara lain, atau lembaga keuangan internasional. Guna membiayai kebutuhan negara seperti infastruktur.

Meski begitu utang yang dikelola pemerintah hingga saat ini masih terjaga dengan baik seiring dengan perekonomian Indonesia yang terus berkembang dan tumbuh.

"Ekonomi kita gross 5,5%, size kita akan semakin besar, dengan begitu penerimaan pajak juga semakin besar, maka size utang itu akan semakin kecil," ungkap dia.

Pengelolaan utang pemerintah, kata Sri Mulyani juga masih lebih baik dibandingkan oleh negara-negara besar lainnya dari sisi rasio. Rasio utang Indonesia sekitar 27%-28% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau masih aman dari batas maksimal 60%.[ipe]

 
x