Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:04 WIB

SAP Express Mencoba Peruntungan dari E-Commerce

Oleh : - | Selasa, 29 Agustus 2017 | 08:09 WIB
SAP Express Mencoba Peruntungan dari E-Commerce
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Berkembangnya perdagangan digital alias e-commerce, membawa efek domino yang cukup positif. Khususnya bagi perusahaan pengantaran paket dan dokumen, PT Satria Antaran Prima (SAP Express).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Senin (28/8/2017), Budiyanto Darmastono, Presiden Direktur SAP Express bilang, SAP Express terus memperluas jaringan, memperkuat tim dan mengembangkan infrastruktur untuk melayani kebutuhan sektor ecommerce di Indonesia yang bertumbuh.

Saat ini, kata Budiyanto, SAP Express memang menjadikan sektor ecommerce sebagai salah satu sektor utama yang dilayani, selain industri perbankan, asuransi, farmasi, otomotif dan telekomunikasi.

"Kami percaya, walaupun jumlah pelanggan SAP Express dari kalangan perusahaan ecommerce sudah sangat banyak, namun pertumbuhan bisnis ecommerce dalam lima tahun masih akan pesat, di atas 30% per tahun. Konsumen Indonesia cenderung lebih suka simplisitas dan kemudahahan dalam berbelanja sehingga belanja online akan menjadi tren gaya hidup baru yang semakin berkembang," kata Budiyanto.

Ya, Budiyanto benar. Gairah konsumen di Indonesia terhadap tren belanja online tercermin dari maraknya bertumbuhnya perusahaan e-commerce baik yang berbasis online shop, maupun market place. Dalam berbagai skala usaha, termasuk kemunculan pemain-pemain besar seperti Blibli, Blanja, Lazada, Zalora, Bukalapak, Alfacart, MatahariMall, Alibaba, Tokopedia, hingga JD.ID.

Data riset dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan, transaksi ecommerce di Indonesia pada 2016, mencapai US$4 651,7 juta, atau sekitar Rp8,7triliun. Diperkirakan terus akan naik seiring perkembangan ekonomi nasional dan tren perubahan gaya hidup online. Dalam kalkulasi IDC, pasar ecommerce di Indonesia pada 2020 akan bisa mencapai US$ 1,8 miliar, atau lebih dari Rp 20 triliun.

"Kami ingin bersinergi dengan para pengelola ecommerce dan mengembangkan pasar ecommerce di Indonesia bersama-sama. Karena itu kami serius berinvestasi mengembangkan cabang hingga ke seluruh pelosok kecamatan di Indonesia, investasi ratusan armada mobil dan teknologi, sehingga pelanggan kami dari kalangan perusahaan ecommerce bisa lebih fokus pada pekerjaan branding dan marketing produk yang mereka jual," lanjut Budiyanto.

Salah satu dukungan solusi yang diberikan SAP Express kepada kalangan dunia ecommerce ialah pada aspek pembayaran yang selama ini menjadi tantangan terbesar. Bukan rahasia lagi, masih banyak segmen masyarakat Indonesia yang belum yakin dengan cara beli online. Mereka takut barang pesanan tak dikirim, sementara dana sudah ditransfer.

Dalam hal ini, kata Budiyanto, SAP Express menjembatani dengan memberikan service pengiriman yang bisa sekaligus melakukan pembayaran di tempat (cash on delivery atau COD). Sehingga konsumen makin percaya dengan perusahaan e-commerce. "Dunia ecommerce butuh dukungan layanan COD dari perusahaan pengantaran seperti kami. Investasinya cukup mahal, wajar kalau hanya satu atau dua perusahaan pengiriman independen yang mampu memberikan layanan COD ini," kata Budiyanto.

Budiyanto melanjutkan, salah satu keunggulan SAP Express, didukung teknologi canggih untuk memperkuat pelayanan. Termasuk teknologi untuk trace, tracking dan handling paket yang diantar. SAP Express merupakan perusahaan pengantaran paket yang pertama memelopori pemakaian handset dan aplikasi android bagi lebih dari 2.100 armada kurir dan pelanggannya sehingga memudahkan mobilitas kerja dan tracking paket. [tar]

Komentar

 
x