Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:31 WIB

Pertamina: Meski Rugi Pertamina Tidak Boleh Manja

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 29 Agustus 2017 | 09:57 WIB
Pertamina: Meski Rugi Pertamina Tidak Boleh Manja
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik, menyebut, meski pendapatan Pertamina naik hampir 20% tetapi laba bersih turun 24%. Disamping itu, EBITDA juga turun 19%.

"Jadi walaupun revenue kita naik hampir 20%, terjadi penurunan net income sebesar 24%. Kalau kita lihat, Ebitda juga turun 19%," kata Massa di Ruang Rapat Komisi VII, DPR RI, Jakarta, Senin (28/8/2017). Akan tetapi, lanjut dia, realisasi belanja modal Pertamina naik signifikan hampir 70%.

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman menuturkan pendapatan naik dari US$17 miliar pada tahun 2016 menjadi US$20,5 miliar.

Penurunan ini terjadi karena pengaruh kenaikan Indonesia Crude Price (ICP) yang berkontribusi 35%. "Jadi (faktor ICP) tidak bisa kita teruskan ke semua segmen," ujar Arief dalam kesempatan yang sama.

Arief menyebut jika pihaknya mengikuti formula yang ditetapkan oleh kementerian ESDM dengan apa yang ada di lapangan, dia mengamini ada delta Rp12,8 triliun atau hampir US$1 miliar.

Lebih lanjut Massa mengatakan, sebagai perusahaan minyak nasional juga tidak boleh terlalu manja. Dia bilang pihaknya bakal mengikuti perintah pemerintah yang sudah menetapkan tidak ada kenaikan harga BBM hingga September mendatang.

"Kami punya formulasi, ketetapan di formula itu, menyebabkan ada perbedaan harga solar hampir Rp1.600/liter, kemudian premium kira-kira Rp450/liter.

Jadi, lanjut dia, kalau diakumulasi, ada potensi kehilangan pendapatan sesuai dengan harga formula hampir Rp12 triliun. "Jadi kalau kami akumulasi, revenue kami yang tidak kami peroleh, sesuai harga formulai itu, hampir Rp12 triliun," ujarnya. [hid]

 
x