Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:34 WIB

Bambang: Sumbangsih Sektor Maritim Masih Kecil

Oleh : - | Selasa, 29 Agustus 2017 | 15:48 WIB
Bambang: Sumbangsih Sektor Maritim Masih Kecil
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas) mendorong optimalisasi potensi kemaritiman agar kontribusinya makin signifikan untuk pertumbuhan ekonomi.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, sektor kebaharian atau kemaritiman memiliki cakupan potensi yang luas, termasuk transportasi laut, sumber daya hayati laut, sumber daya ikan, bioteknologi laut, sumber daya mineral dan energi, wisata bahari, dan jasa lingkungan.

"Sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia sangat berlimpah dengan luas wilayah, masyarakat, dan potensi perekonomian laut yang besar. Namun, kontribusi sektor maritim terhadap pertumbuhan ekonomi masih tergolong rendah, hanya sekitar empat persen," ujar Bambang di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Rendahnya kontribusi tersebut, lanjut Bambang, salah satunya disebabkan oleh infrastruktur kemaritiman di Indonesia yang belum terbangun dengan baik dan merata sehingga menyebabkan biaya yang tinggi.

Infrastruktur kemaritiman yang baik diharapkan dapat mengurangi biaya logistik yang mencapai 25% dari produk domestik bruto (PDB). Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah sedang mengupayakan untuk membangun enam rute subsidi angkutan barang tol laut pada pelabuhan non komersial pada 2016.

Mengingat sektor kemaritiman sangat penting dan strategis, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya revitalisasi pendidikan vokasi kemaritiman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama yang bekerja di sektor tersebut.

Upaya tersebut di antaranya kolaborasi Kemdikbud, Kemristekdikti, dan Kementerian Perhubungan dalam mengembangkan Maritime Education Training, serta pengembangan pendidikan tinggi vokasi maritim melalui sepuluh politeknik (Bengkalis, Polimarin Semarang, Tual, Pangkep, Samarinda, Surabaya, Lhokseumawe, Lampung, Banyuwangi dan Indramayu) yang dilaksanakan Kemristekdikti.

Di sektor kebaharian, dari 125,4 juta angkatan kerja pada Agustus 2016, hanya 0,2%, atau sekitar 272 ribu orang yang latar belakang pendidikannya bidang studi kebaharian. Hanya 44% angkatan kerja yang memperoleh pelatihan.

Sebagian besar memiliki gelar SMK dan Diploma IV/S1, terdiri atas pekerja sektor jasa kemasyarakatan sebanyak 27,22% dan lembaga keuangansebanyak 14,45%. Padahal, seharusnya lulusan tersebut banyak diserap di sektor pertanian, transportasi dan industri. [tar]

 
x