Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 02:15 WIB

Citra Sawit Indonesia di Tangan Komisi ISPO

Oleh : - | Selasa, 29 Agustus 2017 | 18:18 WIB
Citra Sawit Indonesia di Tangan Komisi ISPO
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komitmen seluruh stake holder kelapa sawit untuk menjalankan tata kelola sawit berkelanjutan, semakin terlihat. Apa buktinya?

Komisi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) menyerahkan sertifikat kepada 40 perusahaan kelapa sawit di Indonesia. "Ini memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah dan pengusaha dalam mencapai pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, cukup serius," papar Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang usai penyelerahan sertifikat ISPO di Auditoriun Kementan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Kata Bambang, sertifikat ISPO merupakan suatu pengakuan pasar internasional atas pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang baik serta berkelanjutan. "Bung Karno menyatakan, siapa yang menguasai pangan dan energi, maka mereka-lah yang menguasai dunia. Dan, siapapun yang menguasai dunia menjadi lawan bagi orang yang tidak mau disaingi," kata Bambang menanggapi maraknya kampanye hitam yang menyerang industri sawit Indonesia.

"Maka kita harus bangga dengan ISPO dan menghargai sertifikasi ini. Kalau masih ada diantara kita yang ragu atau tidak yakin dengan ISPO, jangan harap dunia internasional juga menghargai ISPO ini," tegas Bambang.

Komisi ISPO terus menjalankan sosialiasi agar target sertifikasi ISPO sebesar 100%, bisa tercapai sesegera mungkin. Hingga saat ini, sudah 551 pelaku usaha perkebunan yang mengikuti sosialisasi. Telah diterbitkan sertifikat ISPO untuk 306 pelaku usaha, atau 81,04%.

Selain itu, sebanyak 376 Laporan Hasil Audit (LHA) diterima sekretariat Komisi ISPO. Proses verifikasi/SKPD (Surat Pengantar Kelengkapan Dokumen) yang tertunda sebanyak 70 laporan. Dan 11 laporan tertunda lantaran belum adanya kejelasan.

Pada Agustus ini, Komisi ISPO menyetujui 40 sertifikasi bagi perusahaan perkebunan dengan luas areal 202.427,17 hektar dan produksi CPO 539.265,88 ton. Sedangkan pada April 2017, disetujui 40 sertifikasi untuk 38 perusahaan perkebunan, 1 Koperasi Unit Desa (KUD) Plasma dan asosiasi kebun swadaya. Dengan luas areal 249.543,37 hektar dan produksi CPO 861.425,82 ton.

Dengan demikian, total sertifikasi ISPO yang diterbitkan sejak 2011 hingga 2017 sebanyak 306 sertifikat. Dengan luas total 1.882.075 hektar dan produksi CPO-nya 8.147.013,63. ton.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Joko Supriyono semringah lantaran upaya Komisi ISPO mencapai target 100% sertifikasi untuk seluruh perkebunan sawit di Indonesia, sudah memperlihatkan hasil signifikan.

"Tidak hanya perkebunan milik pelaku Usaha namun juga perkebunan plasma dan swadaya. Kita (pemerintah, pengusaha, NGO maupun masyarakat) harus sepakat bahwa ISPO ini, harus kita dukung. Karena, ISPO merupakan Indikator Keberlanjutan Industri sawit Indonesia." terang Joko. [tar]

Komentar

 
x