Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 02:10 WIB

Menperin Lapor Mobil Listrik Ke Jokowi, Hasilnya?

Oleh : - | Rabu, 30 Agustus 2017 | 14:30 WIB
Menperin Lapor Mobil Listrik Ke Jokowi, Hasilnya?
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melaporkan perkembangan mobil listrik ke Presiden Joko Widodo, dalam laporannya tersebut Airlangga bilang kementeriannya sudah mempersiapkan road map atau peta jalan mobil listrik.

"Saya juga melaporkan peta jalan mobil listrik. Pada prinsipnya beliau menanyakan mengenai waktu-waktunya, time frame dari mobil listrik," kata Airlangga usai menghadap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Airlangga menyampaikan bahwa di dunia ini ada mazhab mobil listrik, yakni melarang total dan ada juga yang melakukan minimal kendaraan mobil listrik. "Kami bahas dengan Bapak Presiden dan beliau setuju untuk dilakukan semacam pembatasan pada waktu tertentu. Salah satu yang kita setujui adalah beliau menyetujui tahun 2025 itu 20% itu sudah diproduksi dari mobil berbasis 'electric vehicles'," kata Airlangga.

Sedangkan terkait bea masuk, kata Airlangga, berdasarkan "free trade agreement" (FTA) sebesar 50% untuk kendaraan mobil listrik. Airlangga menyebutkan berdasarkan 'most favored nation (MFN) sebesar 50%. Kemenperin ingin menurunkan MFN tersebut 5% jika produsen mobil listrik tersebut memiliki "roadmap" untuk berproduksi di dalam negeri.

"Kalau tidak mempunyai komitmen membangun di dalam negeri, tentu tidak dapat fasilitas yang 5%. Jadi ini yang akan didorong," kata Airlangga.

Politisi Partai Golkar ini mengakui jika jumlah komponen mobil listrik yang dibikin lebih sedikit dari pada komponen motor bensin, sehingga supplier itu harus menyesuaikan diri juga. "Suplier komponen lokal ini kita beri kesempatan untuk juga bisa sebagian hijrah untuk memproduksi komponen 'electric vehicle'," kata Airlangga.

Airlangga bilang, saat ini, sudah banyak pabrikan yang ada di Indonesia sudah memamerkan purna rupanya (prototype) dan selanjutnya akan dilakukan uji coba. "Pengujian itu kan terhadap dua tipe, motor listrik itu kan ada dua, satu yang 'plug-in hybrid', jadi dia memang harus dicolokin ke listrik, ada juga yang mempunyai engine bukan hybrid, engine hanya untuk meng-charge. Jadi 'self charging electric vehicle'," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan "self charging electric vehicle" ini juga nanti ikut disiapkan di Indonesia. "Jadi ada tipe yang satu tidak perlu di plug-in. Yang satu plug-in. Dua-duanya jenisnya adalah electric vehicle," ujarnya.[tar]

Komentar

 
x