Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:12 WIB

Didemo Petani Tebu, Mendag Enggar Ngaku Heran

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 31 Agustus 2017 | 02:29 WIB
Didemo Petani Tebu, Mendag Enggar Ngaku Heran
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengaku heran akan tuntutan petani tebu yang berdemo pada Rabu (29/8/2017).

"Sekarang apa sih tuntunan mereka," kata Menteri Enggartyasto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/8/2017).

Enggar lalu menjabarkan, jika yang dituntut para pendemo adalah mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) gula, hal itu sudah dibebaskan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani beberapa waktu lalu. "Jadi sebelum demo mereka sudah tahu yang mau demo ini, Pak Soemitro (Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia) sudah kasih tahu dan berterima kasih," jelas Enggar.

Sementara, lanjut dia, dari asosiasi yang lain, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang diketuai Arum Sabil juga sudah puas karena tuntutannya telah dipenuhi Menkeu Sri Mulyani Indrawati. "Arum Sabil langsung bertelpon kepada saya memberikan apresiasi karena tuntutannya sudah dipenuhi," ungkap politisi Nasdem ini.

Salah satu tuntutan lain yang disampaikan pada demo kemarin adalah mengenai penetapan harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp12.500/kg.

Hal itu telah termaktub dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Dalam beleid itu, ditetapkan harga beli gula ditingkat petani seharga Rp9.100/kg sementara ditingkat konsumen harus Rp12.500/kg.

Enggar menganggap masalah HET ini sudah selesai sehingga tidak ada lagi pihak yang mesti mempermasalahkan lagi. "Bahwa HET juga juga demikian (sudah setuju)," ungkap Enggar yang asli Cirebon, Jawa Barat itu. [fdl]

Komentar

 
x