Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:36 WIB

Petani Minta Naikkan Harga Gula, Enggar Menolak

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 31 Agustus 2017 | 03:29 WIB
Petani Minta Naikkan Harga Gula, Enggar Menolak
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menolak permintaan petani tebu untuk menaikkan harga acuan gula ditingkat produsen.

Hal ini menyusul tuntutan dari Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang keberatan jika harga acuan gula dipatok Rp9.100/kg. "Sekarang saya jelasin, Pak minta naik. Berapa production cost pabrik gula tebu swasta? (nilainya) Rp6.000/kg. Itu untuk mereka punya perkebunan sendiri," kata Enggar di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Selanjutnya, kata Enggar mengatakan biaya maksimal yang dikeluarkan untuk produsen yang membeli putus tebunya,adalah Rp8.000/kg. "(Lalu) berapa raw sugar yang diolah menjadi gula kristal putih? Rp8.000/kg-Rp8.500/kg, " ujarnya.

Kemudian, masih kata dia, biaya produksi gula jadi mahal karena ketidakefisienan pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak bisa dijadikan alasan untuk menaikkan harga acuan pembelian.

Jika harga acuan pembelian yang dinaikkan, maka biaya akan dibebankan kepada konsumen akhir yakni masyarakat. "Saya bilang tidak mungkin saya naikkan karena marjin itu saja sudah terlalu besar. Harusnya diturunkan iya, dinaikkan tidak mungkin," ungkapnya. [fdl]

 
x