Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:36 WIB

Kemenkop akan Perkuat Kelembagaan Bank Sampah

Oleh : - | Kamis, 31 Agustus 2017 | 14:33 WIB
Kemenkop akan Perkuat Kelembagaan Bank Sampah
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Koperasi harus terlibat dalam pengelolaan bank sampah memiliki potensi ekonomi yang besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, kelembagaan unit-unit bank sampah perlu didorong dan diperkuat dengan melakukan sinergi yang saling menguntungkan dan mengelompokkannya menjadi badan hukum koperasi. Sehingga, bisa lebih mudah akses ke sumber-sumber produktif, seperti pemasaran, pembiayaan, teknologi, dan lainnya, dalam rangka mengembangkan usahanya.

Hal itu dikatakan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram saat membuka acara workshop Pengembangan Kemitraan KUMKM Bank Sampah Dalam Rangka Penguatan Usaha, di Jakarta, Rabu (30/8/2017). Acara dihadiri pula oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik.

Di depan 120 orang peserta workshop, Agus menyebutkan, untuk mengembangkan UMKM bank sampah perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif dari hulu hingga hilir, seperti meningkatkan capacity building pengelola bank sampah, melakukan kemitraan dengan instansi terkait, perluasan pemasaran, pembiayaan, serta pendampingan. "Tujuannya, meningkatkan efektifitas pengelolaannya dan pengembangan produk derivatifnya," jelas Agus.

Untuk itu, lanjut Agus, Kemenkop dan UKM memiliki beberapa program yang dapat memperkuat unit-unit bank sampah. Diantaranya, izin usaha mikro dan kecil (IUMK) secara gratis. "Diharapkan melalui IUMK ini lebih memudahkan unit-unit bank sampah akses ke sumber pembiayaan seperti yang sudah dilakukan di Makassar kepada lima unit bank sampah oleh Bank BRI," imbuh Agus lagi.

Program lainnya yaitu pendampingan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi. "Juga, memfasilitasi sinergi pengelola bank sampah ke mitra strategis, baik di hulu maupun hilirasi seperti dalam pemasaran produk, pengembangan produk dan lainnya," jelas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik mengakui bahwa keberadaan unit-unit bank sampah di masyarakat sudah berkembang. Namun, kelembagaan bank sampah yang ada belum berjalan dengan optimal. "Untuk itu, perlu dilakukan perkuatan terhadap kelembagaan bank sampah agar dapat berkembang dengan efektif dan efisien," kata Abdul Kadir.

Sementara itu, salah satu pembicara workshop yaitu Rahmat Hidayat dari Koperasi BSM (Bank Sampah Malang) dari Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan bahwa sampah bisa memiliki nilai ekonomis bila dipilah-pilah sesuai jenisnya. "Bahkan, harga sampah setelah dipilah yang ada di BSM saat ini menjadi acuan harga bagi para pelapak atau pengumpul sampah di Kota Malang," aku Rahmat.

Sedangkan untuk daur ulang menjadi produk, lanjut Rahmat, harus bisa menjadi produk yang menarik dan diminati pasar. Artinya, bank sampah bila akan mendaur ulang sampah menjadi produk, harus mengikuti keinginan pasar. "Dengan kita mengenal pasar, kita pun bisa memilah bahan baku sampahnya. Karena, masing-masing jenis itu punya pasar sendiri-sendii.

Misalnya, sampah plastik itu banyak jenisnya. Kita tetapkan dulu sampah plastik jenis apa yang dibeli bank sampah. Dari sumber bahan bakunya, kita sudah petakan jenis dan manfaatnya," papar Rahmat.

Rahmat menyarankan, agar bank sampah memiliki produk berharga mahal, maka harus melakukan spesialisasi. "Misalnya, bank sampah khusus menerima bahan baku sampah dari kertas. Jadi, hanya menerima kertas saja bukan yang lainnya. Begitu juga dengan plastik, karena plastik juga banyak jenisnya. Makin mahal lagi misalnya lebih spesifik lagi dengan plastik warna tertentu," jelas Rahmat.

Tags

 
x