Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:14 WIB

Pekan Depan, Bos GAPKI Bicara Sawit di Markas PBB

Oleh : Iwan Purwantono | Sabtu, 2 September 2017 | 03:29 WIB
Pekan Depan, Bos GAPKI Bicara Sawit di Markas PBB
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kalau tak ada aral, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono bakal bicara dalam forum resmi PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (6/9/2017).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Jumat (1/9/2017), Joko bakal bicara tentang perkembangan kelapa sawit di Indonesia. Selain tentang aspek ekonomi, Joko akan menjelaskan sikap dan posisi dunia usaha terkait isu-isu keberlanjutan di sektor pendulang devisa negara terbesar tersebut.

"Selain berbicara secara resmi di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), kami juga akan melakukan sejumlah informal meeting dengan para pemangku kepentingan selama kunjungan ke Amerika Serikat ini," kata Joko.

Kehadiran GAPKI dalam pertemuan tingkat tinggi di PBB ini, merupakan undangan UNDP (Program Pembangunan PBB) yang menggagas diskusi tentang isu keberlanjutan di sejumlah sektor ekonomi di negara berkembang.

Selain GAPKI, UNDP juga mengundang perwakilan pemerintah RI. Selain Indonesia, juga ada perwakilan pemerintah dan dunia usaha dari Brazil dan Liberia.

Joko mengatakan, dengan sumbangan devisa mencapai US$18,5 miliar, sekitar Rp240 triliun, kelapa sawit adalah sektor strategis Indonesia. Di mana, sektor kelapa sawit menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah-wilayah pinggiran. "Kami setuju bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit harus berkelanjutan. Di sinilah kita duduk bersama di PBB ini, seperti apa keberlanjutan sektor kelapa sawit yang ingin kita capai bersama," kata Joko.

Terkait kebakaran lahan, Joko menegaskan, koordinasi sangat baik telah dilakukan oleh pemerintah dan dunia sepanjang tahun ini. Hasilnya, tidak ada lagi laporan adanya titik api dari dalam konsesi perusahaan. "Dan bahkan, seluruh anggota GAPKI telah ikut membantu pemerintah memadamkan api di luar konsesi perusahaan," kata penggila kesenian wayang kulit ini.

Selama ini, negara-negara Uni Eropa dan Amerika menyoroti tata kelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Meskipun demikian, permintaan minyak sawit dari kedua wilayah ini terus meningkat. Pada semester I-2017, ekspor ke Uni Eropa mencapai 2,7 juta ton, atau meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,9 juta ton. [ipe]

Tags

Komentar

 
x