Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:52 WIB

Umur 47 Tahun, KS Lahirkan 2 Pabrik Baru

Oleh : - | Sabtu, 2 September 2017 | 11:12 WIB
Umur 47 Tahun, KS Lahirkan 2 Pabrik Baru
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Cilegon - Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi meresmikan beroperasinya dua pabrik dalam rangka HUT perseroan ke-47.

Dua pabrik yang diresmikan itu adalah unit cokes oven plant dari Blast Furnance Complex dan slag grinding plant PT Krakatau Semen Indonesia (KSI). "Dengan dimulainya pengoperasian cokes oven plant dan slag grinding plant sudah mengarah kedua pabrik ke arah komersial," kata Mas Wigrantoro bersama jajaran direksi dan komisaris Krakatau Steel di Cilegon, Banten, Kamis (31/8/2017).

Mas Wigrantoro mengatakan, cokes (kokas) hasil dari pengolahan batubara merupakan bahan pelebur baja yang dibutuhkan unit lainnya di blast furnance complex, targetnya pabrik ini dapat beroperasi awal 2018 menghasilkan baja cair (hot metal) berkapasitas 1,2 juta ton.

Mas Wigrantoro berharap hadirnya blast furnance complex akan mencapai efisiensi US$58 per ton, sesuai target awal pembangunan. Namun karena proyek ini mengalami keterlambatan pihaknya a meddfnunjuk konsultan independen untk menghitung capaian efisiensi realnya.

"Sedangkan PT Krakatau Semen Indonesia merupakan perusahaan patungan PT Krakatau Steel tbk dan PT Semen Indonesia Tbk berkapasitas 750.000 ton slag per tahun. KSI nantinya memanfaatkan limbah PT Krakatau Posco dan PT Krakatau Steel Tbk sebagai bahan baku pembuatan semen," jelas Mas Wigrantoro.

Untuk menunjang aktivitas bongkar muat pabrik, PT Krakatau Steel Tbk melalui anak usaha PT Krakatau Bandar Samudera telah membangun dermaga berkapasitas 1,3 juta ton per tahun bongkar muat, sehingga kapasitas total bongkar muat di seluruh pelabuhan KBS menjadi 26,3 juta ton per tahun.

Direktur Keuangan KS, Tambok P Setyawati mengatakan, membaiknya pasar baja dunia membuat kinerja keuangan perusahaan menuju ke arah yang positif ditunjukkan dari semakin kecil rugi bersih dari US$87,5 juta pada semester I-2016 menjadi US$56,7 juta di semester II-2017. "Begitu juga dengan membaiknya harga baja dunia diantaranya baja lembar panas dari US$520 per ton menjadi US$629 per ton, perbaikan juga diharapkan terjadi pada anak-anak perusahaan," jelas Tambok.

Tambok mengatakan, program perbaikan mesin (overhaul) pabrik baja lembar panas Hot Strip Mill (HSM) membuat perusahaan masih merugi, demikian juga dengan adanya libur lebaran yang berpengarauh terhadap pengiriman.

"Kami menargetkan kinerja akan positif pada awal 2018 seiring dengan mulai berkontribusinya sejumlah pabrik yang saat ini tengah dalam tahap pekerjaan penyelesaian," kata Tambok. [tar]

Komentar

 
x