Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:35 WIB

Daya Beli Rontok, Pedagang Kurban Banting Harga

Oleh : - | Sabtu, 2 September 2017 | 15:09 WIB
Daya Beli Rontok, Pedagang Kurban Banting Harga
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Depok - Momentum Idul Adha menjanjikan keuntungan besar bagi pedagang hewan kurban di berbagai daerah. Namun situasi sulit mereka alami di tahun ini.

Bang Sony, pria asal Jember, Jawa Timur yang berprofesi sebagai pedagang hewan kurban di jalan raya Pasar Deppen, Sukatani, Depok, Jawa Barat, mengaku mengalami penurunan omset yang cukup signifikan. Dari 130 ekor kambing serta puluhan ekor sapi yang dibawa dari Jawa Timur, laku tak lebih dari 30% saja. "Sekarang daya beli anjlok drastis mas. Kita udah jual dengan untung tipis saja masih sepi," papar Sony, Jumat (1/9/2017)

Lantaran tak mau rugi besar, dirinya terpaksa banting harga. Seekor kambing berukuran sedang, atau layak kurban dibanderol Rp1,7 juta-Rp1,9 juta. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya dihargai di atas Rp2 juta per ekor. "Kalau banyak yang enggak laku, maka kerugian saya bisa makin besar. Kan harus menanggung pakan, keamanan dan resiko mati. Jadi saya terpaksa banting harga mas," papar Sony.

Nasib sama dialami Rozak, pedagang kambing kurban di Kota Bandarlampung, Lampung. "Tahun ini penjualan kambing untuk kurban menurun, bila dibandingka dengan tahun lalu," kata Rozak, pedagang hewan kurban di Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung, Jumat (1/9/2017).

Dia mengatakan, biasanya, dua hari menjelang Idul Adha, sudah ramai pembeli. Namun, kenyataan berkata lain, peminatnya sepi. "Hingga Kamis (31/8) atau satu hari menjelang lebaran haji pun kondisinya masih sepi, daya beli masyarakat dibandingkan tahun lalu sangat berbeda," kata Rozak.

Ia menuturkan, pada tahun lalu hari kedua menjelang Idul Adha sudah bisa menjual 40 ekor, tahun ini hanya 20 ekor.

Keluhan senada disampaikan Rahmat, omzet mengalami penurunan 20% bila dibandingkan tahun lalu. "Penurunan pembeli ini daya beli masyarakat yang menurun, bukan karena lapak dagang hewan kurban yang banyak," kata Rahmat.

Rahmat bilang, untuk harga tetap sama dengan kisaran harga Rp1,8 juta hingga Rp3,5 juta. Dia bilang, tidak ada penurunan harga tetap sama seperti tahun lalu, meskipun ada harga yang murah itu ukuran kecil tapi layak untuk kurban. "Saya biasa stok 70 ekor kambing dan biasanya jika sudah dekat seperti ini 50 ekor pasti terjual, sekarang baru 25 ekor," kata Rahmat.

Komentar

 
x